Direktur PDAM Diminta Selesaikan Soal Air Macet | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Direktur PDAM Diminta Selesaikan Soal Air Macet

Foto Direktur PDAM Diminta Selesaikan Soal Air Macet

* Air Mengucur Sehari Dalam Sebulan

SABANG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang, Muhammad Nasir mendesak Direktur PDAM Tirta Aneuk Laot agar segera menyelesaikan persoalan macetnya suplai air yang telah berlangsung cukup lama.

“Kami harap dalam empat bulan ini PDAM harus bisa menuntaskan masalah kemacetan suplai air yang telah terjadi bertahun-tahun ini,” pinta Ketua DPRK Sabang, Muhammad Nasir, dalam pertemuan dengan unsur pimpinan PDAM, instansi terkait, serta para pejabat jajaran Setdako Sabang, Kamis (31/3) di ruang rapat gabungan gedung dewan setempat.

Juga hadir dalam pertemuan itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako, M Daud, Kadis Pekerjaan Umum (PU) Mahmud beserta staf, Direktur PDAM Tirta Aneuk Laot, Cut Faisal Syahputra SH dan mantan direktur Husaini.

Dikatakan, Muhammad Nasir, persoalan distribusi air sering macet atau tidak mengalir itu, tidak hanya di satu lokasi, namun terjadi secara menyeluruh di Kota Sabang. Katanya, suplai air PDAM yang tak lancar itu bisa mengurangi kenyamanan wisatawan yang datang ke Sabang. Sehubungan dengan itu, Ketua DPRK itu mendesak manajemen PDAM dan Pemko Sabang agar selalu berkoordinasi untuk menyelesaikan permasalahan krisis air bersih yang sangat menyengsarakan masyarakat tersebut.

Diakui Muhammad Nasir, pelayanan perusahaan air bersih pelat merah tersebut masih mengecewakan semua pihak. Sebab, tak lancarnya suplai itu itu telah berlangsung berbulan-bulan. “Di Gampong Iboih tempat saya tinggal, air PDAM sudah lama macet. Air hanya mengucur satu hari dalam sebulan,”papar Muhammad Nasir.

Dia mengaku tidak tahu penyebab kemacetan suplai air PDAM itu, sebab selama ini manajemen PDAM tidak pernah menyampaikan permasalahan yang terjadi di perusahaan itu. Katanya, jika kemacetan itu hanya masalah kerusakan pipa dan mesin pompa, maka tambah Muhammad Nasir pimpinan PDAM diminta untuk segera mencari solusi sehingga masyarakat tidak terus-terusan dirugikan. Sebab, kemacetan air ini tidak hanya merugikan pemilik usaha penginapan, namun juga merugikan masyarakat secara umum karena setiap hari harus mengeluarkan biaya yang besar untuk membeli air bersih.

Dikatakan, jika memang pihak pimpinan PDAM Tirta Aneuk Laot tak mampu menyelesaikan persoalan itu, maka Pemko harus mendatangkan tim teknis dari PDAM Tirta Nadi Medan. “Dalam studi banding anggota DPRK Sabang ke PDAM Tura Nadi beberapa waktu lalu, pihak manajemen Tirta Nadi menyatakan siap membantu,”kata Albina Arrahman, anggota DPRK Sabang dari PKS.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Aneuk Laot, Cut Faisal Syahputra SH dalam pertemuan itu mengatakan, tersendatnya distribusi air ke rumah warga itu, bukan hanya karena kesemrautan jaringan pipa, tapi juga masalah mesin pompa yang sudah tak layak pakai lagi.

Dijelaskan, untuk memperlancar suplai air harus diganti sebanyak 36 unit mesin pompa baru. Namun, untuk beli pompa baru tersebut, kata Cut Faisal Syahputra PDAM tak punya dana. Sebab, sebut Direktur PDAM Tirta Aneuk Laot itu, dana subsidi dari pemerintah yang tersedia hanya Rp 3,25 miliar/tahun.

Menurutnya, dana subsidi sebanyak itu hanya cukup untuk membayar rekening listrik dan biaya operasional lainnya. Sementara untuk gaji karyawan ditanggung dari penghasilan produksi air yang hanya Rp 90 juta/bulan. Padahal, pengeluaran untuk bayar gaji karyawan sebulan mencapai Rp 198 juta.

Katanya, salah satu solusi untuk mengatasi persoalan air itu yaitu dengan menaikkan tarif rekening air. Untuk itu sudah tidak ada persoalan lagi bahkan sudah dilakukan uji publik, tapi belum ditandatangani oleh Wali Kota Sabang dan persetujuan dewan. “Jika tarif baru itu diberlakukan dengan sendirinya secara bertahap persoalan distribusi air bisa diselesaikan,”kata Cut Faisal Syahputra berjanji.(az) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id