Pemasok Senpi DM Dipindahkan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pemasok Senpi DM Dipindahkan

Foto Pemasok Senpi DM Dipindahkan

* Dari Rutan Lhoksukon ke Lhokseumawe dan Bireuen

* Agar tidak Kabur atau Membobol Rutan

LHOKSUKON – Pihak Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis (31/3), memindahkan empat terpidana kasus kepemilikan senjata api dan terlibat jaringan Din Minimi (DM), ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas IIA Lhokseumawe dan LP Bireuen. Hal itu untuk ketiga terpidana itu kabur atau membobol rutan tersebut.

Terpidana yang dipindahkan ke LP Lhokseumawe adalah Tun Sri Muhammad Azrul Mukminin alias Abu Razak (39), warga Desa Cot Trieng, Kecamatan Kuala, Bireuen. Pria yang pernah memasok senpi untuk kelompok Din Minimi itu divonis lima tahun enam bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN Lhoksukon), pada 11 Januari 2016.

Selain Abu Razak, seorang terpidana lainnya yang dipindahkan ke LP Lhoksuemawe yaitu Darkani alias Rungkhom (34), asal Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Ia divonis lima tahun penjara karena ikut menyimpan dan menyembunyikan senpi yang dirampas kembali dari DM.

Selanjutnya, Amri alias Siteng (33), anggota Din Minimi asal Desa Bukit Panyang, Kecamatan Julok, Aceh Timur. Ia divonis lima tahun penjara dalam kasus penculikan terhadap Zulfaisal (26), warga Desa Alue dan Rizal Fahmi (27) warga Desa Ampeh, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, pada 4 Februari 2015.

Sementara seorang terpidana yang dipindahkan ke LP Bireuen adalah Rudiny Syahputra Saiban (29), asal Bireuen. Ia divonis empat tahun delapan bulan penjara pada 11 Januari 2015.

“Mereka kita pindahkan ke LP lain, karena setiap hari tahanan terus bertambah di Rutan Lhoksukon, sehingga Rutan kelebihan kapasitas. Selain itu mereka kita pindahkan karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di LP seperti kabur atau membobol rutan.” kata Kepala Rutan Lhoksukon, Effendi SH kepada Serambi, kemarin.

Ditambahkan, selama ini anggota Din Minimi lebih banyak ditahan di Rutan Lhoksukon, untuk mengantisipasi kasus-kasus seperti yang terjadi di Langsa, yaitu percobaan pelarian napi. Namun, kata Effendi, sampai saat ini kelakuan ke empat napi tersebut baik-baik saja, dan tak ada yang menunjukkan hal-hal aneh atau mencurigakan

Sementara itu, Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi melalui Kabag Ops AKP Edwin Aldro kepada Serambi menyebutkan, proses pemindahan ke empat napi tersebut dikawal enam petugas bersenjata laras panjang, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama dalam perjalanan menuju tempat tahanan yang baru.

“Petugas mengawalnya sampai napi tersebut sampai ke LP Lhokseumawe, kemudian melanjutkan lagi perjalanan ke LP Bireuen. Kami hanya bertugas melakukan pengawalan. Sedangkan alasan pemindahan keempat napi tersebut kami tidak tahu,” demikian AKP Edwin.(jaf) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id