Pemain Wajib Sidik Jari | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pemain Wajib Sidik Jari

Foto Pemain Wajib Sidik Jari

* Pertama di Indonesia

* Screening Test DNC Regional Aceh

BANDA ACEH – Semua pemain dari 48 tim asal kabupaten/kota di Aceh wajib sidik jari (finger print) saat mengikuti screening test sepakbola Danone Nations Cup (DNC) 2016 Regional Aceh di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Kamis (31/3). Pertandingan kualifikasi regional Aceh akan digelar di stadion tersebut pada 2-3 April.

Pantauan Serambi saat screening test, kemarin, terlihat anak-anak didampingi pelatih dan manajer timnya. Tiap pemain memegang data dirinya berupa ijazah, rapor, Kartu Keluarga (KK), dan akte kelahiran. Ada tim yang datang dengan seragam lengkap, namun juga banyak yang berpakaian bebas. Mereka sangat antusias mengikuti acara tersebut mulai pemeriksaan administrasi, pemeriksaan gigi, hingga sidik jari. Pemain tiap tim harus antri untuk menunggu giliran menghadap panitia.

Koordinator Aqua DNC Regional Aceh, Zahirsyah Oemardy kepada Serambi, kemarin, mengatakan, screening test mulai pemeriksaan kelengkapan administrasi pemain meliputi akte kelahiran, ijazah, rapor, dan Kartu Keluarga (KK). Kemudian pemeriksaan gigi pemain oleh dokter dari Jakarta. Puncaknya adalah saat semua pemain diwajibkan sidik jari guna mencegah praktik pergantian pemain saat di lapangan. “Sidik jari ini yang pertama tahun ini di Aceh dan juga di Indonesia. Orang Jakarta juga terkejut begitu tahu ada sidik jari. Kata mereka, ini bakal diadopsi secara nasional,” ujarnya.

Dikatakan Zahirsyah, sidik jari saat screening test untuk mencegah manipulasi data pemain. Bisa saja berbeda pemain yang ikut seleksi dengan pemain yang diturunkan saat pertandingan, dikarenakan kesulitan mengontrol gara-gara banyaknya pemain yang bertanding. Meski, tak jarang para pemain juga kerap dicoret jika tak sesuai datanya.

Diterangkan dia, pihaknya sudah berkali-kali meminta tim peserta untuk mematuhi persyaratan pemain kelahiran 1 Januari 2004 dan 31 Desember 2005 untuk main di DNC 2016, serta mengimbau mereka jangan coba-coba melakukan pemalsuan umur. “Semua upaya ini bertujuan agar para pemain yang ikut DNC betul-betul berusia 11-12 tahun. Karenanya, kita nanti akan mewajibkan pemain untuk sidik jari sebelum masuk ke lapangan. Sehingga tak ada peluang berlaku curang,” tandasnya.

Di sisi lain, terang Zahirsyah, ada sejumlah pemain yang tak lulus screening test dan nama mereka akan diumumkan saat technical meeting serta drawing grup pada Jumat (1/4) pukul 14.00 WIB di Lhong Raya. Bila ada tiga pemain di satu tim tak lulus seleksi, maka tim tersebut langsung didiskualifikasikan. “Untuk hal ini, panitia akan bertindak tegas. Kita ingin semua tim bisa bersaing secara fair dan menjadi juara sejati,” tegasnya.

Ketua Panitia, Muhammad Ansar menambahkan, dalam drawing grup akan menetapkan tim unggulan satu yang merupakan tim berstatus juara dari prakualifikasi kabupaten/kota. Unggulan dua dari juara dua dan unggulan tiga dari juara tiga dan empat. Para juara tiap wilayah nantinya tak langsung bentrok. “Tim juara mewakili Aceh ke babak final nasional pada 23-24 Juli di Jakarta. Juara nasional menjadi duta Indonesia ke final dunia di Perancis pada Oktober 2016 yang diikuti 32 negara,” pungkasnya.(adi) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id