Dokter Spesialis Sakit, Dokter Pengganti tak Ada | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dokter Spesialis Sakit, Dokter Pengganti tak Ada

Foto Dokter Spesialis Sakit, Dokter Pengganti tak Ada

TIDAK tertanganinya almarhumah Suryani saat sedang dirawat di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) ternyata disebabkan tidak adanya dokter. Direktur RSIA, drg Erni Rahmayani mengatakan, dokter yang seharusnya menangani Suryani berhalangan hadir saat itu lantaran kurang sehat, sedangkan dua dokter pengganti dikabarkan sedang ada kegiatan lain.

“Dokter kandungan kita ada tiga orang. Yang seharusnya menangani pasien adalah dr Ulfah, tapi beliau saat itu sedang sakit. Sementara, dua dokter pengganti juga tidak bisa hadir karena sedang ada kegiatan. Jadi, alternatifnya pasien harus dirujuk, makanya pasien dirujuk ke RSUZA,” kata drg Erni, menjelaskan kronologi kasus itu saat dikunjungi Komisi VI DPRA, di rumah sakit setempat, Rabu (30/3).

Sementara itu, dr Ulfah Wijaya Kesumah SpOG, yakni dokter yang menangani almarhumah Suryani, saat diwawancara kemarin membenarkan bahwa ia berhalangan hadir untuk menangani pasien karena sedang sakit.

“Saya kurang sehat, makanya tidak bisa hadir. Tapi saat itu saya terus instruksikan bidan untuk mengawasi kemajuan persalinan pasien. Saat itu, sama sekali tak ada laporan gawat janin dan laporan gawat pada si ibu,” kata dr Ulfah.

Ia juga menyebutkan, saat itu laporan yang disampaikan oleh bidan kepadanya menunjukkan bahwa kondisi pasien bagus. Sesuai dengan patograf (alat bantu pengawasan kemajuan persalinan) kondisi pasien menunjukkan bagus dan aman. Pada pukul 19.30 WIB, bidan kemudian melaporkan bahwa pasien mengalami sedikit pembengkakan di bagian dalam setelah diperiksa.

“Saat itulah saya sampaikan kepada mereka untuk menghubungi dokter pengganti, karena saya tak bisa hadir lantaran sakit. Jika dokternya tidak bisa dihubungi, maka tolong dirujuk. Tapi selama proses itu kondisi pasien yang dilaporkan oleh bidan kepada saya tidak ada masalah,” katanya.

Menurut dr Ulfah, selama almarhumah Suryani berada di RSIA, dia tidak menerima laporan bahwa pasien ke luar minta dioperasi. Padahal, seperti diberitakan sebelumnya, suami almarhumah Suryani, Muslem (47), sempat meminta kepada bidan pada pukul 13.00 dan pukul 17.00 WIB supaya istrinya dioperasi. Tapi permintaan itu, kata Muslem, tak dikabulkan bidan yang berdinas saat itu.

“Tidak ada laporan keluarga pasien minta operasi. Yang ada hanya diagnosa bahwa pasien pecah ketuban, hamil anak ketiga dengan usia kandungan 40 minggu. Kemudian detak jantung bayi dilaporkan bagus. Jadi, pertimbangan saya masih ada waktu untuk mencari dokter pengganti atau dirujuk. “Kalau pasien minta dioperasi segera, saya tidak menerima informasi itu,” pungkas dr Ulfah. (dan) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id