Komisi VI akan Panggil Manajemen RSIA | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Komisi VI akan Panggil Manajemen RSIA

Foto Komisi VI akan Panggil Manajemen RSIA

DUA Anggota Komisi VI DPRA, Darwati A Gani dan Zainal Abidin kemarin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Banda Aceh setelah mendengar kabar bahwa sehari sebelumnya ada ibu hamil yang meninggal bersama bayinya di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) setelah dirujuk pihak RSIA.

Kedatangan keduanya ke rumah sakit tersebut karena ingin mendengar langsung penjelasan dari Direktur RSIA dan dokter atau perawat yang terlibat dalam penanganan Suryani semasa hidupnya.

Kedatangan keduanya disambut oleh Direktur RSIA bersama beberapa dokter dan dipersilakan masuk ke dalam sebuah ruangan untuk mendengar penjelasan sang direktur.

Dalam pertemuan yang berlangsung hampir satu jam itu, Darwati dan Zainal terus menginterogasi Direktur RSIA dan dokter yang menangani pasien terkait penanganan almarhumah Suryani.

Sementara saat diwawancarai wartawan, Darwati mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan segera memanggil manajemen RSIA untuk membicarakan lebih lanjut persoalan tersebut.

Darwati juga menyebutkan, RSIA selaku mitra kerja komisinya yang membidangi pendidikan dan kesehatan, diminta bertanggung jawab dengan memberi laporan medis kepada pihaknya.

“Kita akan panggil manajemen RSIA untuk membicarakannya nanti. Kita juga akan minta ketua DPRA untuk ambil bagian, guna membicarakan langkah apa yang akan kita lakukan untuk evaluasi dan pembenahan kinerja di rumah sakit ini,” kata Darwati.

Terkait tidak adanya dokter yang menangani almarhumah Suryani pada Senin (28/3) lalu, istri mantan gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, tersebut mengatakan seharusnya itu tak terjadi di RSIA, selaku rumah sakit yang lebih konsen melayani persalinan. Menurutnya, tiga dokter bersalin sudah cukup jika maksimal dalam bekerja.

“Kan tadi ada tiga dokter katanya. Nah, jika satu dokter berhalangan karena sakit, maka yang duanya lagi tidak ada istilah berhalangan, tidak boleh ada kata berhalangan, tetap harus datang menangani pasien di rumah sakit. Nah kejadian tidak adanya dokter ini menurut kami sangat tidak wajar,” kata Darwati.

Sementara itu, Zainal Abidin dalam kesempaten itu meminta Ditrektur RSIA untuk tegas mengusut kasus ini. “Secara pribadi dan kelembagaan dewan, saya sangat malu ini terjadi. Kok bisa rumah sakit tidak bisa menangani pasien ini. Makanya kita berharap ini dievaluasi dan kita di dewan juga akan segera mengevaluasi hal ini,” pungkas Zainal.

Sebelum melakukan sidak kemarin, Darwati A Gani dan Zainal Abidin berkunjung ke rumah duka di Desa Lambatee, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar. Keduanya bertemu langsung dengan Muslem, suami dari almarhumah Suryani, ibu, dan anaknya. (dan) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id