Pelayanan Kesehatan Prima di RS Arab Saudi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pelayanan Kesehatan Prima di RS Arab Saudi

Foto Pelayanan Kesehatan Prima di RS Arab Saudi

OLEH H AKMAL HANIF Lc, pembimbing jamaah umrah asal Aceh, melaporkan dari Mekkah Al-Mukarramah, Arab Saudi

MASA pancaroba (pergantian musim dari musim dingin ke musim panas) di Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah haji dan umrah yang berasal dari negara dengan iklim tropis, seperti Indonesia. Baru beberapa hari tiba di Tanah Suci, sudah banyak jamaah umrah asal Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan seperti demam, batuk, dan gangguan pernapasan.

Walaupun sebagian penderita dapat ditangani dengan obat-obatan yang dijual di apotek yang mudah ditemui di sekitar hotel tempat jamaah menginap, namun beberapa jamaah terpaksa harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Pemerintah Arab Saudi. Misalnya, Rumah Sakit An-Nur Hospital, King Abdul Azis, dan King Faisal Hospital.

Kesiapan petugas medis RS Mekkah dalam memenuhi panggilan darurat sangatlah mengagumkan. Hanya dalam waktu supersingkat, tim medis suah tiba menjemput pasien jamaah yang sakit, walau harus melewati lalu lintas Kota Mekkah yang cukup padat. Hal ini juga didukung oleh kesadaran pengemudi kendaraan lain untuk memberikan akses jalan bagi ambulans, bahkan jika ambulans terpaksa harus berjalan melawan arah.

Fasilitas mobil ambulans rumah sakitnya pun sangat modern. Fasilitas di dalam ambulans sudah seperti ruang instalasi gawat darurat (IGD) dengan berbagai fasilitas medis seperti alat pacu jantung, tabung oksigen, monitor, dan perlengkapan lain seperti panel kontrol yang mirip kokpit pilot pesawat.

Fasilitas ini juga didukung sumber daya petugas medis yang semuanya adalah pria. Mereka sigap menghadapi segala situasi darurat, baik dalam penanganan pasien, pengendalian peralatan medis, hingga mengendarai sendiri ambulans.

Skill multitasking petugas medis ini membuat jamaah umrah bisa mendapatkan pelayanan medis yang cepat dan tepat. Sebagai contoh, setiba di rumah sakit kita kembali akan dipuaskan dengan pelayanankesehatan oleh para tenaga medis yang memiliki kemampuan yang sangat baik sebelum ditangani tim dokter.

Tenaga dokter RS di Mekkah terdiri atas tenaga dokter ahli yang didatangkan dari berbagai negara seperti Mesir, Suriah, India, dan Uni Emirat Arab. Demikian pula dengan tenaga perawat, banyak didatangkan dari luar negeri seperti dari Indonesia.

Selain ahli dan profesional, para dokter ini juga sangat ramah dan sabar melayani berbagai permasalahan kesehatan pasien, hingga karakter jamaah yang berasal dari berbagai negara di dunia. Hal ini mungkin patut menjadi teladan bagi pelayanankesehatan di Aceh yang sering dikeluhkan masyarakat karena kurang profesionalnya seorang dokter.

Selain itu, jika ditinjau dari segi bangunan, sebagai rumah sakit berstandar internasional, beberapa RS di Mekkah memiliki arsitektur yang juga sangat memperhatikan faktor higienis. Salah satunya dapat dilihat dari bentuk bangunan yang melengkung di setiap sisi pembatas bidang, tidak memiliki sudut siku yang dianggap bisa menjadi tempat kuman bersarang. Faktor ini terabaikan dan tidak terlihat dari setiap bangunan RS di Aceh bahkan mungkin di Indonesia.

Namun, tidak sepenuhnya pelayanan medis memuaskan bisa kita dapatkan atau sempurna tanpa cela. Saat pasien telah tiba di rumah sakit, kita sempat dihadapkan pada proses administrasi yang sedikit mengecewakan. Walaupun petugas pendamping jamaah mampu berkomunikasi dengan bahasa Arab yang baik. Namun, staf administrasi masih terkesan lambat dalam melayani. Hal ini terkadang cukup mengecewakan, mengingat banyak waktu ibadah yang tersita untuk mendampingi jamaah.

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email [email protected] (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id