MEA jangan Jadi Momok Menakutkan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

MEA jangan Jadi Momok Menakutkan

Foto MEA jangan Jadi Momok Menakutkan

BANDA ACEH – Kehadiran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) jangan menjadi momok menakutkan bagi calon tenaga kerja Indonesia. Namun demikian, untuk siap bersaing di era global tersebut, maka harus membenahi kemampuan diri sendiri.

Direktur Bina Pemagangan Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Drs Asep Gunawan MM menyampaikan hal ini dalam seminar nasional yang dilaksanakan STIES Sabang, Banda Aceh di kampus sekolah tinggi itu, Rabu (30/3).

Dalam seminar yang dibuka Kepala Dinas Tenaga Kerja Mobilitas Penduduk Aceh, Kamaruddin Andalah tersebut, Asep Gunawan mengatakan MEA itu bukan seperti sekat antara tentara dengan tentara yang siap perang. “Begitu sekat dibuka, langsung perang,” kata Asep.

Sebab, tambah Asep, apa mungkin suatu negara tenaga kerjanya mau bekerja di negara yang upah kerja masih rendah? Pasalnya, selama ini terjadi kesenjangan upah di Indonesia sangat tinggi. Di Semarang, misalnya, upah terendah Rp 1,2 juta. Sedangkan upah tertinggi bisa Rp 2 miliar per bulan.

Dikatakan, Indonesia dengan jumlah penduduk 255,46 juta saat ini memiliki angkatan kerja 122,38 juta, yang bekerja 114,82 juta, dan jumlah pengangguran sebanyak 7,56 juta (6,18%).

Jadi, tegas Asep Gunawan, untuk masuk di era MEA ini, angkatan kerja perlu terus dilakukan pelatihan-pelatihan dan sertifikasi, sehingga pada saatnya nanti pemuda Indonesia bisa bersaing dengan tenaga kerja asing baik di Indonesia di LN.

Untuk melatih angkatan kerja ini, saat ini terdapat 279 Balai Latihan Kerja Pemerintah, 24 Balai Latihan Produktivitas Pemerintah, 8.066 lembaga pelatihan kerja swasta, 456 balai latihan kerja luar negeri swasta, 152 lembaga sertifikasi profesi (LSP), dan 493 SKKNI yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Aceh.

Kepala Disnaker Mobduk Aceh, Kamaruddin Andalah mengatakan Pemerintah Aceh siap untuk mendukung dan sekaligus melatih pemuda Aceh menjadi tenaga kerja skill yang siap bertarung di bursa tenaga kerja Indonesia dan Asean.

Namun, tambahnya, untuk memperbanyak tenaga kerja skill tersebut, pihaknya juga mengharapkan dukungan dari lembaga keuangan, perusahaan swasta agar mau mengucurkan dana CSR-nya untuk melatih para pemuda Aceh.

Sementara itu GM International Manpower Japan, Mr Gitetsu Nishijima pada seminar yang dihadiri puluhan mahasiswa PTN/PTS, siswa SMK/SMA, dan para dosen itu, mengatakan Jepang siap untuk membantu pemagangan Pemuda Aceh ke Jepang.

Menjawab Serambi, Nishijima mengaku jumlah ril pemuda magang yang diterima dari Aceh sudah cukup banyak. Dikatakan, untuk Indonesia tiap tahun Jepang siap memberikan pemagangan kepada 1.500 pemuda.

Ketua STIES Sabang, Saluddin Al Cassany MM mengatakan seminar nasional yang diselenggarakan memperingati 30 tahun Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang (STIES), Banda Aceh diikuti para mahasiswa, siswa dan dosen se-Banda Aceh. (sir) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id