Bahasa Gayo Diusulkan Masuk Program Bahasa Ibu | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bahasa Gayo Diusulkan Masuk Program Bahasa Ibu

Foto Bahasa Gayo Diusulkan Masuk Program Bahasa Ibu

JAKARTA – Bahasa Gayo diusulkan masuk program revitalisasi bahasa ibu, oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Usulan tersebut disampaikan akademisi dan peneliti bahasa, Yusradi Usman Al-Gayoni, Ss aceh.Uri.co.id, saat berbicara dalam seminar “Bahasa Ibu” yang diselenggarakan Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, di Jakarta, Rabu (30/3). “Bahasa Gayo harus direvitalisasi kembali agar terhindar dari kepunahan,” kata Yusradi.

Dalam seminar tersebut, Yusradi memaparkan kertas kerja “Peran Kekeberen dalam Melestarikan Bahasa Gayo dan Realsinya dalam Meningkatkan Kecerdasan Anak.” “Kekeberen” adalah salah satu bentuk sastra lisan yang sekarang mulai jarang dilakukan. “Padahal dengan ‘kekeberen’ seorang anak akan lebih mudah memahami bahasa ibunya,” lanjut Yusradi.

Lembaga yang mengurusipendidikan dan kebudayaan UNESCO, memperkirakan, sekitar 3.000 bahasa ibu akan punah di akhir abad ini. Sejak tahun 1999, UNESCO menetapkan adanya Hari Bahasa Ibu. Penetapan ini dianggap penting karena diperlukan penanaman kesadaran pendidikanbahasa ibu kepada generasi penerusnya pada setiap bangsa. “Gayo adalah salah satu suku yang bahasanya harus diselematkan,” ujar Yusradi.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Dr. Sugiyono, mengatakan konservasi dan revitalisasi bahasa ibu yang ratusan jumlahnya di Indonesia, menjadi sesuatu yang urgen dilakukan. “Tanpa upaya konservasi dan revitalisasi yang baik, bahasa yang merupakan akumulasi pengetahuan manusia selama berabad-abad akan hilang,” katanya.

Pusat Pengembangan dan Pelindungan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, menurut DR. Sugiyono, memiliki tugas mengembangkan dan pelestarian bahasa ibu di Nusantara. Dalam rangkaian tersebut diselenggarakan Seminar Nasional dan Festival Bahasa Ibu selama dua hari, Selasa dan Rabu, 29—30 Maret 2016 di aula Gedung Samudera, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Seminar menghadirkan pakar linguistik dan pemerhati/aktivis bahasabahasa daerah. Di samping seminar, juga digelar “Festival Anak Berbicara dan Anak Bercerita Bahasa Daerah” serta Inventarisasi Kosakata Kuliner Nusantara yang diikuti Provinsi Sumatra Utara, Bali, DKI Jakarta, Sumatera Barat, dan Banten.(fik) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id