Seorang Pelajar Ikut UN di Polres | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Seorang Pelajar Ikut UN di Polres

Foto Seorang Pelajar Ikut UN di Polres

* Karena Terlibat Pembunuhan Janda Sawang

LHOKSEUMAWE – Pihak Polres Lhokseumawe akan memfasilitasi MZ (15), pelajar asal Bireuen yang menjadi tersangka kasus pembunuhan seorang janda di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, untuk mengikuti Ujian nasional (UN) di mapolres setempat.

Pelajar tersebut ditangkap polisi pada Rabu 22 Maret 2016 di rumahnya karena diduga kuat ikut terlibat dalam kasus pembunuhan Maryani (42), janda di Desa Rideh Tunong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Sedangkan pelaku utamanya sampai sekarang masih dicari polisi.

Untuk diketahui, Maryani (42) janda asal asal Dusun Araselo, Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, ditemukan tewas di kebun cokelat di desa setempat, Selasa, 22 Maret 2016 sekitar pukul 05.30 WIB, dengan kondisi luka tusuk di bagian punggung dan luka bekas benturan di wajah.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono melalui Kasat Reskrim AKP M Yasir kepada Serambi, Rabu (30/3) mengatakan, pihaknya tidak memberikan penangguhanan penahanan terhadap MZ, karena dikhawatirkan nantinya bisa timbul hal-hal yang tidak diinginkan dari pihak lain. “Tujuan kami mengamankan tersangka (MZ) di mapolres bukan untuk pengekangan, tapi untuk melindungi dia,” kata AKP Yasir.

Disebutkan, untuk penahanan terhadap anak tersebut juga tidak digabungkan dengan penahanan orang dewasa. “Artinya kita memang menjaga hak-hak anak tersebut, karena memang tujuan bukan untuk mengekang, tapi untuk memberi pengamanan terhadap dia agar tak terjadi hal-hal yang tidak baik dari pihak keluarga korban. Untuk UN kita sudah siapkan tempat untuk dia,” katanya.

Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Lhokseumawe Fauzan SH dalam siaran pers yang diterima Serambi menyebutkan, pihaknya meminta polisi memberi penangguhan penahanan terhadap MZ. “Apapun alasannya, MZ harus diberikan penangguhan, karena MZ adalah siswa kelas 3 di Bireuen,” ujar Fauzan.

Apalagi, kata Fauzan, MS akan menghadapi UN dalam waktu yang tak lama lagi. Jadi seharusnya MZ bisa ditahan di rumah. “Kita sangat mendukung Penyidik Polres Lhokseumawe dalam mengusut kasus pembunuhan tersebut, tapi harus sesuai prosedur,” kata Fauzan.(jaf) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id