Hadang Proyek Pelebaran Jalan, Nenek-nenek Gunung Meriah Naiki Beko | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Hadang Proyek Pelebaran Jalan, Nenek-nenek Gunung Meriah Naiki Beko

  • Reporter:
  • Rabu, Maret 30, 2016
Foto Hadang Proyek Pelebaran Jalan, Nenek-nenek Gunung Meriah Naiki Beko

aceh.Uri.co.id, SINGKIL – Nenek itu membungkuk, tangannya sekuat tenaga memegang rantai roda excavator agar bisa naik ke atasnya.

Perlu tenaga ekstra bagi tiga perempuan lewat paruh baya asal Gunung Lagan, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, agar bisa berdiri di atas alat berat, Rabu (30/3/2016).

Mereka tidak memperdulikan puluhan personil Satpol PP Aceh Singkil, yang coba memintanya turun.

Perempuan-perempuan usia lanjut itu tetap bertahan. Malah salah seorang diantarannya memakai helm sebagai pelindung kepala layaknya gaya mahasiswa melakukan unjuk rasa mengantisipasi terjadi caos (bentrok).

Aksi ala warga Gunung Lagan tersebut untuk menghentikan proyek pelebaran jalan di kawasannya. Lantaran mereka sedang melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Singkil. Warga menginginkan pekerjaan dihentikan sampai ada putusan pengadilan.

“Kami pertahankan hak kami. Kalau bukan kami yang mempertahankan siapa lagi,” teriak salah seorang perempuan dari atas alat berat yang biasa disebut warga setempat beko.

Warga meminta pelebaran jalan seluas satu meter mendapat ganti rugi. Tuntutan itu ditempuh melalui pengadilan serta mengadu ke DPRK Aceh Singkil.

Sayang pekerjaan tetap berlanjut, walau wakil rakyat sudah merekomendasikan sementara dihentikan sampai ada putusan pengadilan.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Aceh Singkil, Muzni menyatakan pihaknya terus melanjutkan pekerjaan, sebab tidak ada putusan pengadilan yang meminta berhenti.

“Kemudian pemerintah pun sudah terikat kontrak kerja, yang harus selesai April mendatang,” kata Muzni. (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id