Aktivitas LCI tak Cemari Krueng Bale Lhoknga | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Aktivitas LCI tak Cemari Krueng Bale Lhoknga

Foto Aktivitas LCI tak Cemari Krueng Bale Lhoknga

* Hasil Uji Laboratorium

BANDA ACEH – Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Aceh, Ir Iskandar MSc mengatakan, aktivitas PT Lafarge Cement Indonesia (LCI), dilaporkan masih terbebas dari dugaan pencemaran lingkungan.

“Hasil uji Laboratorium UPTB BPPL Laboratorium Bapedal dengan beragam parameter uji yang dilakukan, perusahaan produsen semen itu, hingga sejauh ini tidak terindikasi adanya pencemaran lingkungan,” kata Iskandar kepada Serambi, Selasa (29/3).

Menurut Iskandar, semua hasil uji yang dilakukan Bapedal Aceh, menunjukkan air sungai Krueng Bale Lhoknga, yang sebelumnya dilapor telah tercemar, ternyata semua parameter uji, kondisi airnya masih dibawah baku mutu.

Kecuali itu, Iskandar menjelaskan, sebelum warga menutup aliran sungai dengan cara menimbun aliran air dari pabrik menuju Krueng Balee, warga melihat lapisan minyak pada air sungai Krueng Balee yang berada di dekat lokasi PT LCI.

Pencemaran air sungai Krueng Balee, katanya, diduga berasal dari pembuangan air pendingin power plant yang terkontaminasi oli dan batubara yang mengalir ke sungai Krueng Balee. Kondisi ini terjadi, karena saat melakukan perawatan mesin di lokasi cement mill terjadi tumpahan/ceceran oli dari mesin, kemudian secara bersamaan terjadi tumpahan air dari radiator pendingin, yang secara kebutulan hujan terkontaminasi oil merambat ke drainase dan mengalir ke sungai itu.

Namun demikian, pihak LCI telah melakukan penanggulangan secara optimal, antara lain mengisolasi aliran lapisan minyak dengan memasang oil boom dan oil fence, mengangkat lapisan minyak dari permukaan, menyemprot bahan pemecah minyak dipermukaan air, memotong rumput di sekitar badan air agar lapisan minyak mudah tertangani, memasang tanggul penahan lapisan minyak dan pintu air di sekitar saluran parit, termasuk mengambil sampel air untuk dianalisa Baristan. Tak hanya itu, kata Iskandar, meski air tak tercemar, pihak perusahaan konsisten menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Seperti diketahui, sejumlah warga Pemukiman Lhoknga, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, sebelumnya menimbun sungai yang diduga dijadikan saluran pembuangan limbah milik perusahaan produsen semen tersebut. Warga dari empat gampong, yakni Lamkruet, Lampaya, Mon Ikeun, dan Weu Raya mendatangi PT LCI.(awi) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id