Penetapan Calon Panwaslih Abdya Diprotes | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Penetapan Calon Panwaslih Abdya Diprotes

Foto Penetapan Calon Panwaslih Abdya Diprotes

BLANGPIDIE – Hasil seleksi calon Panitia Pengawas pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang diumumkan Senin (23/3) oleh Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat kabupaten (DPRK) Abdya, menuai protes dari sejumlah kalangan.

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Abdya, meminta hasil penetapan lima anggota tim Panwaslih Abdya oleh Komisi A DPRK Abdya dibatalkan. Mereka menganggap proses rekrutmen tidak objektif, penuh rekayasa dan sarat kepentingan.

“Kami menilai nama-nama yang diluluskan tersebut adalah pesanan dari pihak tertentu, terlebih beberapa waktu lalu beredar SMS ada orang-orang yang dipersiapkan untuk Panwaslih. Anehnya, empat dari lima yang dinyatakan lulus, masuk dalam SMS yang beredar ke sejumlah masyarakat tentang Panwaslih yang dipersiapkan. Ini pertanda seleksinya sudah penuh rekayasa,” ujar Miswar, Ketua YARA Abdya, kepada Serambi, Selasa (29/3).

Selain itu, kata Miswar, rekrutmen tersebut tidak dilakukan secara transparan. Hasil tes tulis dan hasil wawancara Panitia Seleksi sangat berbeda dengan hasil fit and proper test yang dilakukan oleh Komisi A DPRK.

“Kami akan menyurati Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Banwaslu, Komisi Pelaksanaan Umum dan KIP Aceh untuk membatalkan hasil keputusan Pleno Panwaslih Aceh Barat Daya dengan Nomor 10/Kom-A/DPRK/III/2016,” tegas Miswar.

Selain itu, Miswar juga meminta kepada Kapolres Abdya untuk mengusut tentang beredarnya SMS dugaan adanya intervensi dalam seleksi Panwaslih yang persis sama dengan yang diumukan oleh Komisi A.

“Kita telah menyurati DPRK untuk meminta nilai dari hasil sejumlah tahapan seleksi Panwaslih ini. Kita akan tunggu selama 15 hari, jika tidak diindahkan maka akan kita sengketakan ke Komisi Informasi Aceh (KIA) sesuai dengan Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 Tahun 2008,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Pemuda Muhammadiyah Abdya, Kamaruzzaman meminta Komisi A DPRK Abdya untuk menjelaskan ke publik tentang polemik dan dugaan adanya intervensi dalam perekrutan Panwaslih. “Kita ingin lembaga Panwaslih ini harus bersih dari kepentingan, sehingga menghasilkan Pilkada yang bersih dan bermartabat,” ujar Kamaruzzaman.

Salah seorang calon anggota Panwaslih, Harmansyah meminta Komisi A menjelaskan tata cara penilaian dalam tes fit and proper test yang dilakukan beberapa waktu lalu. Karena, dalam tes tersebut, selain tidak dilakukan secara terbuka, tes tersebut tidak ada argument layaknya test kepatutan pada umumnya.

“Tes oleh Komisi A tidak lebih semacam wawancara, tidak ada adu argumen sama sekali dan dilakukan secara tertutup. Makanya, kami ingin mempertanyakan bagaimana sitem penilaiannya,” ujarnya.

Terlebih, tambah Harmansyah, saat diseleksi oleh pansel ia menempati urutan pertama, sedangkan saat pengumuman dan diuji oleh Komisi A turun ke nomor 9, begitu juga nomor urut kedua, Rinaldi yang juga mantan anggota KIP Abdya, tidak masuk dalam urutan 10 besar. “Ini sangat aneh, dan patut kami pertanyakan bagaimana mekanisme penilain Komisi A tersebut,” tegasnya.

Ketua Komisi A DPRK Abdya, Iskandar, menyatakan proses dan penilaian dalam perekrutan Panwaslih sudah berjalan secara aturan dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku, serta bebas dari intervensi dari pihak tertentu.

“Kita nilai cara mereka menjawab pertanyaan yang kita berikan, terarah tidak jawaban dengan pertanyaan. Jadi, apa yang kita lakukan sudah sesuai sesuai dengan mekanisme dan prosedur,” ujar Iskandar.

Iskandar membenarkan bahwa dalam uji kelayakan dan kepatutan tersebut dilakuan secara per orang oleh anggota Komisi A DPRK Abdya. Meskipun dilakukan secara perorangan dan tertutup, para anggota komisi A DPRK tetap bekerja secara profesional. “Kita siap memberikan nilainya kepada masyarakat dan calon yang protes dalam proses ini,” tegas politisi Partai Aceh ini.

Adapun lima nama yang dinyatakan lulus tersebut adalah, Ilman Saputra SE MSi, Idris SHI, Wildan SPdI, Ismail IB SE, dan Rahmah Rusli SAg.(c50) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id