FISIP UIN Gelar Kuliah Umum | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

FISIP UIN Gelar Kuliah Umum

Foto FISIP UIN Gelar Kuliah Umum

BANDA ACEH – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (29/3) menggelar kuliah umum dan dialog yang diisi oleh anggota komisi III DPR RI M Nasir Djamil di ruang sidang biro rektor kampus tersebut.

Kuliah umum dengan tema ‘Islam Politik dan Politik Islam’ itu dibuka oleh Wakil Dekan dua FISIP UIN Ar-Raniry, Muji Mulia MAg. Dalam kesempatan itu Muji Mulia menyebutkan, kuliah umum itu sendiri merupakan kegiatan rutin FISIP guna memperkaya khasanah pengetahuan serta membuka wawasan mahasiswa dalam berbagai hal.

Ditambahkan juga, dalam acara kuliah umum itu akan diberikan kesempatan pada mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk didialogkan. Kepada peserta terutama para mahasiswa juga diminta agar serius mengikuti kegiatan tersebut untuk menambah pengetahuan dan membuka cakrawala berpikir.

Di hadapan para mahasiswa FISIP UIN Ar-Raniry itu, M Nasir Djamil menyampaikan pandangannya terkait hubungan politik dan Islam dewasa ini. Katanya, politik dalam Islam juga dikenal dengan istilah siasah merupakan tindakan amar makruf nahi mungkar yang mendatangkan manfaat bagi semua orang. Ilmu siasah dapat mencegah kerusakan di dunia dan harus dapat diambil hikmahnya.

Disebutkan juga, siasah itu mengandung tiga poin yaitu; pertama, hukum (syariat), kedua, kepemimpinan yang mengarahkan dan membimbing, dan ketiga yaitu ta’zir (ancaman dan hukuman). Nasir juga menjelaskan, bahwa politik adalah kekuasaan, kenegaraan, tatacara dalam menjalankan sistem sebuah negara. Islam adalah Din, syariat yang diturunkan Allah SWT. Sehingga politik Islam adalah tata cara atau sistem kenegaraan yang berlandaskan syariat dan hukum Islam.

Islam politik dalam pandangnnya adalah gagasan atau ide-ide Islam, harus dilakukan dengan politik. Karena dalam Islam sendiri diajarkan bagaimaan cara mengurus kemaslahatan umat, yaitu barangsiapa yang melihat kemungkaran maka cegahlah dengan tangan, jika tidak mampu dengan tangan cegahlah dengan lisan, jika tak sanggup dengan lisan, maka cegahlah dengan hati dan itu selemah-lemahnya iman, kata Nasir Djamil mengutip sebuah hadis.

Sebagai kesimpulan, merujuk buku Cakrawal Islam, bahwa amar makruf nahi mungkar merupakan high politics. Dalam acara yang berakhir dengan dialog itu, Nasir Djamil juga menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan mahasiswa.(mis/rel) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id