Warga Brunei Bebas Pajak Penghasilan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Warga Brunei Bebas Pajak Penghasilan

Foto Warga Brunei Bebas Pajak Penghasilan

OLEH JUFRIADI, alumnus MAS Ruhul Islam Anak Bangsa Aceh Besar dan Mahasiswa S1 di University Sulthan Syarif Ali, melaporkan dari Brunei Darussalam

BRUNEI Darussalam, negara kecil di Asia Tenggara itu, terletak di pantai barat laut Pulau Kalimantan. Selain berbatasan dengan Laut Cina Selatan, Brunei seluruhnya dikelilingi oleh wilayah Serawak, Malaysia.

Brunei memiliki cadangan besar minyak bumi dan gas alam yang telah menjadikannya salah satu negara dengan pendapatan per kapita tertinggi di dunia.

Mayoritas penduduk Brunei adalah orang Melayu. Sekitar 15 persennya orang Cina. Bahasa resmi Brunei adalah bahasa Melayu. Tapi bahasa Inggris, Cina, dan dialek asli juga dituturkan. Islam adalah agama resmi negara ini, meskipun agama lain tetap diizinkan hidup berdampingan.

Sumber daya negara ini sangat kaya akan minyak dan gas alam, membentuk hampir semua ekspor dan menyumbang lebih dari setengah kekayaan Brunei. Tapi Brunei harus mengimpor sebagian besar makanan dari negara lain.

Sekitar setengah angkatan kerjanya dipekerjakan oleh pemerintah yang menyediakan pendidikan gratis, perawatan medis, dan banyak layanan sosial lainnya. Orang Brunei juga tidak dikenakan pajak penghasilan. Jadi, mereka tidak direpotkan mengisi surat laporan penghasilan pribadi pada bulan tertentu setiap tahun, seperti halnya kita di Indonesia.

Kehidupan yang teratur dan birokrasi pemerintahan negara mungil ini sangatlah bagus untuk diadopsi oleh rakyat Aceh, misalnya, karena sama dengan kita mereka juga menjunjung tinggi adat istiadat. Warganya sangat mencintai adat negara Melayu. Selalu pula diterakan tulisan Jawi di setiap nama instansi pemerintahan negara ini.

Di sisi lain, negara ini mampu melaksanakan syariat Islam secara kafah. Sangat berbeda dengan kampus-kampus di Aceh yang mahasiswinya mayoritas muslim, namun dari segi berpakaian di kampus masih ada yang berbusana ketat, seperti bumoe gadoh adat/negeri yang kehilangan adat.

Brunei Darussalam tergolong bangsa yang beruntung. Mereka mampu menempatkan Islam sebagai landasan nilai dalam mengatur pemerintahan yang baik dan mapan (bukan karena desakan pasar politik).

Bahkan, sejak Oktober 2013, Brunei terang-terangan mendeklarasikan penetapan syariat Islam secara komprehensif. Majelis Ulama Brunei pun berani mengeluarkan fatwa haram bagi rokok, sehingga rokok tidak masuk ke kawasan negara kaya minyak ini.

Saya melihat ada beberapa kesamaan antara Aceh dengan Brunei Darussalam dari segi kehidupan beragama, adat, peusijuek, dan sifat yang melekat pada warganya. Hanya saja rakyat Aceh untuk saat ini sudah sedikit kehilangan identitas diri sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai keislaman dan berkurangnya rasa cinta terhadap budaya lokal, bahasa, gara-gara mengikuti tren-tren terbaru yang mengikuti budaya Jawa dan Eropa (ethnocide). Ini merupakan tantangan besar bagi Pemerintah Aceh dan seluruh pemerintah kabupaten/kota di Aceh untuk mengembalikan semua identitas rakyat Aceh agar menjadi rakyat yang berasas kepada keislaman, budaya, dan bahasa lokal agar bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dengan memberikan seminar kepada siswa dan mahasiswa generasi Aceh ke depan, agar mereka semua mencintai budaya yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka.

Di sisi lain, Aceh mempunyai cadangan minyak dan gas alam yang besar, juga panas bumi (geotermal) yang ada di Gunung Seulawah, Jaboi, dan Gayo Lesten. Kawasan Leuser kita juga sudah ditetapkan sebagai ekosistem dilindungi yang kaya hutan tropis dan pelbagai tumbuhan berkhasiat obat. Garis pantai kita kurang lebih sepanjang 1.600 km juga mempunyai potensi sumber daya ikan lestari yang bisa membuat Aceh kaya.

Nah, apabila semua itu bisa kita manfaatkan dengan baik dan amanah, terutama sumber daya migasnya, maka Aceh pun akan menjadi negeri yang makmur berjaha seperti Brunei Darusalam. Insya Allah.

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email [email protected] (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id