Dua Tersangka Kasus Proyek Jembatan Pange Ditahan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dua Tersangka Kasus Proyek Jembatan Pange Ditahan

Foto Dua Tersangka Kasus Proyek Jembatan Pange Ditahan

LHOKSUKON – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (29/3) menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan rangka baja modifikasi di Desa Rayeuk Pange, Kecamatan Pira Timu, Aceh Utara. Mereka yang ditahan yaitu Edi Suherman, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Bina Marga Aceh Utara dan Ibrahim Hanafiah (Direktur PT Putra Aroensa) selaku rekanan pembangunan jembatan itu.

Kajari Lhoksukon, T Rahmatsyah melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Muhammad Rizza kepada Serambi, kemarin menyebutkan, kedua tersangka hadir ke Kejari pukul 10.00 WIB untuk diperiksa. Dua jam kemudian, penyidik berkesimpulan menahan kedua tersangka ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon.

“Menurut penyidik, tersangka terlibat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman di atas lima tahun penjara. Penyidik menahan mereka karena khawatir menghilangkan barang bukti atau melarikan diri,” ujar Rizza.

Penyidik, lanjutnya, akan terus mengembangkan kasus itu. Sebab, tak tertutup kemungkinan akan ada tersangka baru. “Kita sedang tunggu hasil audit kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh,” ungkapnya. Jika sudah ada hasil audit, tambah Rizza, kedua tersangka akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh untuk disidang. “Penyidik juga sudah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus itu,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, jaksa mulai menangani kasus dugaan korupsi proyek dengan sumber dana dari APBK Aceh Utara Rp 2,8 miliar tahun 2010 tersebut pada awal Maret 2014. Dalam kasus itu, penyidik sudah menetapkan dua tersangka yaitu Edi Suherman dan Ibrahim Hanafiah.(jaf) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id