Terlibat Narkoba, Rohingya Disidang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Terlibat Narkoba, Rohingya Disidang

Foto Terlibat Narkoba, Rohingya Disidang

* Jaksa Hadirkan Dua Penerjemah

LHOKSUKON – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (29/3) menggelar sidang perdana kasus narkotika jenis ganja. Kasus itu menyeret Abdurrahman Fauzul Kholim (20), warga Rohingya yang selama ini menetap di Shelter Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara sebagai terdakwa. Untuk menyampaikan isi dakwaan dan keterangan saksi kepada terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lhoksukon menghadirkan dua penerjemah dari organisasi internasional.

Sidang yang digelar di PN setempat dengan agenda pembacaan materi dakwaan tersebut dipimpin Abdul Wahab MH didampingi dua hakim anggota Maimunsyah SH dan T Almadyah SH. Dari JPU, hadir Ivan Damarwulan SH. Sedangkan terdakwa didampingi pengacaranya, Anita Karlina SH.

Dalam materi dakwaannya, jaksa antara lain menjelaskan, terdakwa dijerat dengan Pasal 111 juncto Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Jaksa juga memaparkan tentang proses penemuan ganja oleh warga pada 15 Desember 2015 di kamar shelter tempat terdakwa menetap selama ini.

Saat itu, warga mendapat informasi ada ganja dalam rumah terdakwa. Lalu warga langsung masuk ke rumah pria itu dan ditemukan ganja dalam kaleng. Selanjutnya warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Kuta Makmur. Tak lama kemudian, polisi langsung mengamankan pria itu bersama barang bukti ke Polsek. Bahkan, berdasarkan hasil tes urine, Abdurrahman positif narkoba.

Untuk menjelaskan isi dakwaan tersebut, seorang penerjemah pria menyampaikan kembali materi itu dalam bahasa Inggris kepada seorang penerjemah perempuan asal Malaysia untuk disampaikan dalam bahasa Rohingya kepada Abdurrahman.

Setelah selesai pembacaan materi dakwaan oleh JPU, majelis hakim melanjutkan sidang dengan pemeriksaan lima saksi. Saksi yang diperiksa terdiri atas dua polisi dan tiga warga sipil. Dua anggota Polsek Kuta Makmur yang dimintai keterangan adalah Aiptu Zulhelmi Koto dan Bripka Aidhil Lubis. Sedangkan tiga warga yang menjadi saksi yaitu Safrizal, Birwalidin, dan Zulbairi. Ketiganya merupakan warga Desa Blang Adoe. Usai mendengar keterangan saksi, hakim menunda sidang itu hingga Senin (4/4) mendatang.(jaf) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id