Kandidat Incumbent Berpotensi Langgar Aturan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kandidat Incumbent Berpotensi Langgar Aturan

Foto Kandidat Incumbent Berpotensi Langgar Aturan

BANDA ACEH – Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian mengingatkan kandidat calon Gubernur (cagub) Aceh incumbent berpotensi besar melanggar aturan dalam berkampanye. Pelanggaran dimaksud seperti menggunakan fasilitas negara baik berupa barang maupun anggaran untuk kampanye.

“Kandidat manapun tetap tidak boleh menggunakan fasilitas negara untuk kampanye, tapi yang lebih berpeluang adalah kandidat incumbent. Kenapa? ya karena mereka punya kuasa untuk itu, jadi sangat berpotensi melanggar aturan tersebut,” kata Alfian kepada Serambi, Senin (28/3).

Selain tidak boleh menggunakan fasilitas negara, berupa barang ataupun anggaran, Alfian juga mengatakan para kandidat incumbent baik cagub atau calon bupati (cabup) untuk tidak melibatkan para pejabat di jajaran pemerintahan saat melakukan kampanye. “Sebenarnya ini bukan hak kita untuk mengingatkan, tapi karena tindakan adalah tindakan koruptif, makanya kita anggap punya andil untuk mengingatkan hal ini, karena sangat rentan terjadi,” kata Alfian.

Untuk persoalan tersebut, MaTA meminta pihak terkait seperti KIP Aceh untuk memberikan pemahaman kembali kepada semua kandidat yang akan maju dalam pilkada nanti. Menurut Alfian, KIP Aceh tidak hanya bertugas memberi pemahaman atau pendidikan pemilu kepada masyarakat (pemilih), tapi KIP perlu menjelaskan etika politik kepada semua kandidat.

“Mulai dari sekarang sudah bisa dilakukan oleh KIP atau Bawaslu, kita tentunya mengecam jika ada calon, terutama calon incumbent yang menggunakan fasilitas negara baik barang atau anggaran untuk kepentingan politik mereka di tahun 2017,” ujar Alfian.

Untuk masyarakat Aceh, MaTA berpesan agar benar-benar cerdas dalam melihat calon kepala daerah yang akan dipilih. Menurut Alfian, masyarakat harus melihat semua kandidat sejak dini, bukan menentukan sikap secara spontanitas saat akan memilih atau saat kampanye nanti. “Ini bagian dari proses pendidikan pemilihan bagi pemilih (masyarakat), semua calon harus difilter sedini mungkin termasuk melihat rekam jejak masing-masing calon,” tambah Alfian.

MaTA juga mengingatkan masyarakat Aceh tidak memilih kandidat yang sempat tersandung kasus korupsi. Ia tak menampik, memang tidak ada regulasi yang menyebutkan para kandidat yang pernah tersandung kasus korupsi tak boleh maju sebagai calon kepala daerah di Indonesia, khususnya di Aceh. Namun kata Alfian, hal itu tetunya menjadi tolak ukur bagi masyarakat untuk memilih calon pemimpin Aceh lima tahun ke depan.(dan) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id