Aminullah Energi Baru untuk Banda Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Aminullah Energi Baru untuk Banda Aceh

Foto Aminullah Energi Baru untuk Banda Aceh

BAKAL calon (balon) Wali Kota Banda Aceh periode 2017-2022, H Aminullah Usman SE Ak MM, menyatakan siap bertarung pada pilkada mendatang. Dia pun menawarkan konsep pembangunan Kota Banda Aceh melalui tiga pilar utama, yaitu pembangunan bidang agama, ekonomi, dan pendidikan untuk mewujudkan ‘Banda Aceh yang Gemilang’.

“Saya ingin mengabdi, karena jiwa saya masih ingin membantu masyarakat. Karena itu saya memilih jalur pemerintah agar saya bisa berbuat untuk masyarakat,” kata mantan Direktur Utama (Dirut) PT Bank Aceh, Aminullah Usman, Minggu (27/3).

Konsep yang ditawarkan itu bukan tanpa alasan. Aceh sebutnya, merupakan satu-satunya da-erah di Indonesia yang memberlakukan syariat Islam an berjuluk Serambi Mekkah. Makanya, pembangunan dalam bidang agama menjadi prioritas utama, khususnya dalam bidang aqidah, akhlak, dan muamalah. Untuk itu, apabila terpilih nanti, Aminullah berencana menambah kurikulum khusus tentang syariat Islam sehingga tercipta budaya islami dan melahirkan generasi Banda Aceh yang insani.

Pembangunan agama tersebut lanjut dia, harus selaras dengan pembangunan ekonomi. Itu sebabnya Aminullahbertekad memajukan pembangunan ekonomi di Banda Aceh, diantaranya dengan mengembangkan Banda Aceh sebagai kota transito dunia bisnis, terutama sektor perdagangan, wisata, dan kelautan (maritim).

Selain itu juga akan tetap menjaga agar ekonomi kreatif dan pedagang kecil tetap hidup dan maju,termasuk memberdayakan pasar tradisional di gampong-gampong. “Banda Aceh dikenal dengan kota 1001 warung kopi. Karena itu, kopi Aceh harus dijadikan sebagai kopi cita rasa dunia, ermasuk kuliner khas Aceh,” ujar Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh ini.

Dengan pengalamannya sebagai dirut yang berhasil mengangkat PT Bank Aceh dari keterpurukan akibat badai krisis tahun 1997, Aminullah akan mencurahkan segala kemampuannya untuk membangun ekonomi Kota Banda Aceh, termasuk salah satunya dengan menfungsikan kembali aset-aset milik pemko yang terlatar agar menjadi produktif. Dana pembangunan dia rencanakan menggunakan sumber dana APBN, investor, dan biaya lainnya. Sedangkan sumber dana APBK akan lebih difokuskan untuk belanja publik atau kepentingan warga kota. Dengan berbagai terobosan pembangunan di bidang ekonomi tersebut, mantan Direktur Utama (Dirut) PT Bank Aceh ini yakin mampu menekan angka kemiskinan dan pengangguran. Dalam bidang pendidikan, Ketua Ikatan Sarjana Unsyiah Banda Aceh ini juga akan melakukan penguatan dengan membangun pendidikan berkualitas dan bermutu.

Dia menginginkan Banda Aceh banyak melahirkan sekolahsekolah unggul, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Sekolah berkualitas tersebut harus bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk dari keluarga kurang mampu. “Kita programkan satu atau dua tahun sekali bisa lahir sekolah-sekolah yang hebat di Banda Aceh, sehingga anak-anak kita memperoleh kualitas pendidikan yang bersaing dengan tingkat nasional dan internasional. Apalagi mereka sudah ditempa dari awal melalui sekolah berkualitas, maka akan melahirkan sumber daya insani yang berkualitas pula,” imbuh Aminullah.

Pihaknya juga akan melakukan pembenahan pada sektor pelayanan publik, terutama pelayanan kesehatan, perlindungan anak, air bersih, dan sektor lainnya. Ia juga akan melakukan reformasi birokrasi di lingkungan Pemko Banda Aceh untuk meningkatkan produktifitas tenaga pendidik dan pegawai dengan menempatkan orang-orang yang profesional. Tokoh olahraga Aceh ini juga memandang perlunya pembinaan dalam berbagai cabang olahraga agar olahraga di Banda Aceh bisa bangkit, termasuk mengembalikan Persiraja sebagai ruh persepakbolaan Aceh. “Olahraga akan memberi dampak multiplier effect, misalnya untuk kesehatan, hiburan, dan membawa nama baik daerah.

Selain itu juga dapat menjadi income bagi atlet berprestasi dan mendorong kehidupan ekonomi masyarakat kecil,” kata mantan manajer Persiraja tahun 1997-2000 ini. Tentunya kepemimpinan Aminullah sebagai sosok yang merakyat tidak perlu diragukan. Hal ini terbukti dari kesuksesannya saat memimpin Bank Aceh, yang berhasil mengenjot aset bank itu dari Rp 660 miliar menjadi Rp 13 triliun sejak tahun 2000 sampai 2010. Bahkan pada masanya, Bank Aceh pernah mencapai peringkat ke-4 dari BPD se-Indonesia dan atas prestasinya itu ia dinobatkan sebagai ‘Ceo BUMD On Crisis Management’ karena mampu mengangkat prestasi Bank Aceh dalam masa krisis, konflik, dan gempa dan tsunami. “Saya memohon doa restu an dukungan dari warga Banda Aceh, insya Allah saya akan memimpin warga Banda Aceh dengan hati,” demikian Aminullah Usman.(adv) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id