Suplai Gas Rumah Tangga Terhenti | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Suplai Gas Rumah Tangga Terhenti

Suplai Gas Rumah Tangga Terhenti
Foto Suplai Gas Rumah Tangga Terhenti

* Sudah Berlangsung Dua Pekan

LHOKSEUMAWE – Suplai gas kepada 300-an rumah tangga di Desa Batuphat Barat, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe sudah terhenti hampir dua pekan. Hal ini terjadi karena pipa distribusi gas di kawasan tersebut rusak.

Berdasarkan informasi dari warga, sudah hampir dua pekan mereka tidak bisa memasak dengan menggunakan gas rumah tangga, karena suplai gas terhenti total. Penyebabnya karena ada kerusakan pipa distribusi gas di antara Lorong Setia dan Makmur di desa tersebut. Namun yang mengecewakan warga, meski sudah hampir dua pekan pipa gas tersebut rusak, tapi tidak ada upaya dari pihak perusahaan untuk memperbaikinya.

“Sedangkan untuk memasak menggunakan elpiji, tidak bisa lagi karena kompor di rumah kami sudah dikonversi ke gas rumah tangga. Makanya, sekarang ini kami sangat kesulitan memasak,” ujar seorang warga Batuphat Barat kepada Serambi, kemarin.

Warga berharap, perusahaan terkait untuk proaktif menanggulangi permasalahan tersebut. “Tolong pihak perusahaan untuk secepatnya menanggulangi masalah ini. Jangan biarkan persoalan ini berlarut-larut tanpa penyelesaian,” pintanya.

Direktur Perusahan Daerah Pembangunan Lhokseumawe (PDPL), T Adnan membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pipa distribusi gas rusak saat adanya penggalian septic tank dengan alat berat. Penggalian septic tank sendiri merupakan program desa tersebut.

Ditambahkan T Adnan, untuk menghindari hal serupa terjadi lagi, pihaknya sudah mempersiapkan surat untuk dikirim kepada seluruh gampong yang ada jaringan gas rumah tangga, supaya berhati-hati dan berkoordinasi dengan PDPL saat ingin melakukan penggalian di lokasi yang diduga ada jaringan pipa gas.

Pada bagian lain, Direktur Perusahan Daerah Pembangunan Lhokseumawe (PDLP), T Adnan menerangkan, proses perbaikan kerusakan pipa gas tersebut membutuhkan waktu sedikit lama, karena barang serta peralatannya harus dikirim dari PT Pertaniaga Gas. Dia memperkirakan, barang dan peralatan yang dibutuhkan untuk perbaikan pipa yang rusak akan tiba di Lhokseumawe dalam satu pekan ini. “Informasinya, barang yang kita butuhkan sudah dikirim dari Palembang. Jadi dalam beberapa hari ini akan sampai di Lhokseumawe. Begitu barang itu tiba di Lhokseumawe, kerusakan itu akan langsung diperbaiki,” ujarnya.

Namun saat ditanya estimasi waktu perbaikan saat barang dan peralatan yang dibutuhkan sudah sampai di hokseumawe, Adnan tak mau menyebutkannya. Alasan dia, yang tahu berapa lama butuh waktu perbaikan adalah tim teknis dari PT Pertagas Niaga. Sedangkan pihak PDPL pada prinsipnya hanyalah membantu saja. “Kita bukan tim teknis, jadi tidak bisa menyebutkan berapa lama waktu diperlukan untuk proses perbaikan,” kilah T Adnan.(bah) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id