Pengadaan CT Scan Harus Transparan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pengadaan CT Scan Harus Transparan

Pengadaan CT Scan Harus Transparan
Foto Pengadaan CT Scan Harus Transparan

Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh akan menambah satu unit computerized tomography scanner (CT Scan) lagi guna mempercepat pelayanan kepada pasien yang selama ini harus mengantri sangat panjang di bagian radiologi.

Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan Medis RSUZA, Dr dr Azharuddin SpOT(K) Spine FICS menjelaskan, selama ini jumlah pasien yang melakukan CT Scan sampai 40 orang/hari. Dan, kebutuhan scanning atau pemindaianm terhadap pasien itu berberad-beda. Ada yang pasien yang cukup dipindai hanya dalam waktu lima sampai 10 menit. Ada juga yang harus menjalani scanning mulai 20 sampai 30 menit. Lalu, tak jarang pula pasien harus dipindai sampai satu jam.

Oleh sebab itulah, dengan satu unit CT Scan selama ini, pasien harus mengantri dalam waktu yang cukup panjang tiah harinya.

“Karena budget penambahan CT Scan relatif terbatas, akan dimasukkan dalam anggaran 2018 pada pengadaan alat prioritas. Harga CT Scan ini bervariasi mulai Rp 7 miliar hingga Rp 12 miliar per unitnya. Tergantung kualitas. Yang dimiliki RSUZA saat ini bernilai Rp 12 miliar dengan kualitas sedang menengah,” kata pejabat RSUZA itu.

CT Scan ini merupakan alat yang sangat penting bagi banyak pasien. Alat ini dapat digunakan untuk mendiagnosis dan memonitor beragam kondisi kesehatan dan dapat diketahui penyakitnya.

Membengkaknya pasien yang harus menjalani pemindaian di RSUZA ini juga dikarenakan banyak rumah sakit lain, terutama di kabupaten/kota belum memiliki CT Scan. Akhirnya, pasien-pasien banyak yang harus dikirim ke RSUZA.

Alasan penambahan alat mahal itu sangat bisa kita terima. Artinya, seberapapun mahalnya alat itu jika memang kebutuhan, tentu APBA harus menampu secepatnya. Ini betul-betul untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Terkait dengan rencana pengadaan CT Scan ini, kita berharap semuanya diperoses secara terbuka. Ini penting kita ingatkan guna mecegah terjadinya masalah seperti dalam proses pengadaan CT Scan sebelumnya.

Dalam pengadaan CT Scan pertama beberapa tahun lalu, terungkap adanya penggelembungan harga hingga kemudian menyeret beberapa pejabat dan mantan pejabat RSUZA, serta pihak swasta menjadi tersangka kasus korupsi.

Sekali lagi, kita berharap pengadaan CT Scan dan pengadaan apapun dan di instansi manapun yang pembeliannya mengunakan uang rakyat, hendaknya dilakukan secara terbuka agar tak terbuka peluang untuk terjadinya korupsi.

Dan, terakhir kita kutip harapan Gubernur Irwabndi Yusuf kepada RSUZA, “Bangunan kokoh, peralatan canggih, dan tenaga medis berkualitas, belum cukup untuk menjadikan RSUZA sebagai rumah sakit terbaik dalam memberi pelayanan kepada masyarakat Aceh. “Hal terpenting adalah bagaimana kita meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, jangan ada lagi berita yang menyebutkan masih ada pasien yang ditelantarkan.” (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id