Polisi akan Periksa Kepala Rutan Sigli | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi akan Periksa Kepala Rutan Sigli

Polisi akan Periksa Kepala Rutan Sigli
Foto Polisi akan Periksa Kepala Rutan Sigli

* Terkait Kaburnya Napi Penembak Posko Abusyik

SIGLI – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pidie akan memeriksa Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sigli, Baharuddin SH, terkait kaburnya narapidana (napi) Ismail Ramli (35) pelaku penembakan posko calon bupati (cabup) Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik. Pemeriksaan kepala rutan tersebut dijadwalkan Rabu (27/9).

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Samsul, kepada Serambi, Selasa (26/9) mengatakan, pemeriksaan dilakukan penyidik kepolisian terhadap Baharuddin terkait pemindahan napi Ismail Ramli dari ruang isolasi ke ruang tahanan nomor 16 yang terletak di depan. Penyidik ingin mengetahui apakah pemindahan itu telah sesuai dengan standard operating prosedure (SOP) rutan atau tidak, sehingga memberi peluang bagi napi Ismail yang terbelit dua perkara (pelaku penembakan posko Abusyik dan narkoba) berhasil kabur.

Menurutnya, ruang tahanan nomor 16 yang ditempati Ismail tidak cocok untuk napi, mengingat celah-celah jeruji besi sebagai pengaman pada kamar mandi rutan memungkinkan napi untuk kabur. Sipir yang bertugas sebagai piket tidak bisa mengontrol karena terhalangi dinding.

“Kita ingin tahu apakah pemindahan napi itu telah sesuai SOP atau tidak? Pemeriksaan kepala rutan masih sebagai saksi,” ujarnya.

AKP Samsul menambahkan, berdasarkan hasil keterangan empat sipir masing-masing bernama Kamaruddin, Irwansyah, Syahbuddin, dan M Yunus kepada polisi. Bahwa pemindahan napi Ismail ke ruang tahananan nomor 16 dengan alasan emergency atau darurat.

Napi Ismail dipukul napi lain saat berada di ruang tahanan isolasi di Rutan Sigli. Alasan lain, belum turunnya salinan vonis dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sigli. Napi Ismail telah divonis dua tahun penjara perkara penembakan posko Abusyik dan tujuh tahun penjara perkara narkoba jenis sabu.

“Sebenarnya napi Ismail akan dipindahkan ke rutan lain, tapi akibat belum turunnya vonis majelis hakim dia ditahan sementara di ruang tahanan nomor 16 Rutan Sigli. Ismail dipukul napi lain jika ditahan di ruang tahanan isolasi dan Ismail pernah ditahan di ruang isolasi,” sebutnya.

Samsul mengatakan, penyidik Reskrim Polres Pidie telah selesai memeriksa empat sipir yang bertugas sebagai piket pada malam kaburnya napi Ismail. Hasil pemeriksaan sipir selama empat jam, belum adanya unsur kesengajaan dilakukan mereka, sehingga belum adanya tindakan mereka yang mengarah untuk ditetapkan sebagai tersangka.

Sipir yang bertugas sebagai piket telah bekerja sesuai prosedural. Artinya pada malam itu mereka tetap berjaga. Sipir mengetahui napi kabur melalui atap rutan ketika terdengar bunyi dari atap. Namun, napi Ismail berhasil meloncat dari atap ke jalan yang sudah ditunggu rekannya menggunakan sepeda motor.

“Hingga kini, Ismail belum kita ketahui persembunyiannya,” kata Samsul.

Dikatakan, Reskrim Polres Pidie pada, Rabu (27/9), akan memeriksa Bribda Mulia Rizki yang bertugas sebagai piket pada malam tersebut. Juga Koordinator Tahanan Rutan Sigli akan diambil keterangan bersamaan denga Kepala Rutan Sigli. Untuk pemeriksaan napi yang satu ruangan dengan Ismail akan dilakukan di Rutan Sigli, Selasa (26/9). Napi yang diperiksa itu adalah Jamal, Fadhil dan Hanifuddin.

Seperti diketahui, Ismail Ramli (35) pelaku penembak posko calon bupati Pidie, Roni Ahmad alias Abusyik kabur dari Rutan Kelas IIB Sigli, Jumat (22/9) sekira pukul 04.00 WIB dini hari. Ismail sebagai napi Rutan Sigli tercatat warga Gampong Dayah Keurako, Kecamatan Indrajaya, Pidie telah divonis sembilan tahun penjara PN Sigli. Dua tahun penjara untuk penembakan posko Abusyik dan tujuh tahun penjara perkara narkoba jenis sabu. (naz) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id