Jejak Islam di Bangkok | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Jejak Islam di Bangkok

Foto Jejak Islam di Bangkok

OLEH TGK MUHAMMAD IQBAL JALIL, Staf Pengajar Dayah Jamiah Al-Aziziyah Batee Iliek, melaporkan dari Bangkok

THAILAND merupakan salah satu negara ASEAN yang banyak dikunjungi wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Penduduk Negeri “Gajah Putih” ini mayoritas beragama Budha. Meskipun penduduk muslim Thailand kini diyakini telah melebihi 10%, namun pada umumnya mereka tinggal di Thailand Selatan. Khususnya di wilayah Pattani.

Sementara di Bangkok yang merupakan ibu kota Thailand, populasi penduduk muslim masih sangat sedikit. Namun demikian, mengamati jejak Islam di Bangkok juga menjadi daya tarik tersendiri.

Tapi kurang lengkap rasanya bila kita menyusuri jejak Islam di Bangkok tanpa berkunjung ke Islamic Center Thailand yang terletak di Ramkhamhaeng atau 20 km dari pusat kota.

Transportasi yang paling mudah untuk menjangkau lokasi ini adalah dengan menggunakan Airport Link dan berhenti di Stasiun Ramkhamhaeng. Hanya perlu berjalan kaki 200 meter dari stasiun ini kita akan menemukan lokasi yang menjadi pusat pengembangan Islam di Kota Bangkok.

Islamic Center ini didirikan pada 1 Oktober 1954 oleh Komunitas Muslim Thailand dalam rangka memperjuangkan hak-hak konstitusional mereka mengenai kebebasan berkeyakinan. Sejak saat itu, Komunitas Muslim Thailand mendirikan masjid di lokasi ini dengan arsitektur unik, gabungan antara arsitektur Siam dengan Timur Tengah. Masjid ini akhirnya selesai dibangun tahun 1984 dengan total biaya mencapai 54 juta bath atau Rp 20 miliar. Anggaran pembangunan masjid ini merupakan sumbangan muslim lokal dan asing. Sebagiannya juga diperoleh dari Kerajaan Thailand. Masjid ini mampu menampung sekitar tiga ribu jamaah.

Selain masjid, di Islamic Center yang terdiri atas dua lantai ini juga terdapat sebuah auditorium besar, ruang resepsi VIP, beberapa gedung kantor, toko buku, perpustakaan, dan sejumlah warung makan.

Berbeda dengan hari biasanya, pada hari Jumat lokasi Islamic Center dikunjungi ribuan jamaah, baik umat Islam lokal maupun wisatawan muslim dari berbagai negara yang ingin menikmati suasana keislaman di Bangkok.

Dua jam sebelum shalat Jumat, lokasi ini sudah mulai ramai. Pelataran parkir di halaman masjid pun cepat sekali penuh. Selain untuk shalat, setiap Jumat di lokasi ini diadakan bazar pakaian muslim dan dijual aneka ragam makanan, baik makanan khas Thailand, makanan Melayu hingga makanan ala Timur Tengah.

Setelah shalat jumat, jamaah umumnya tidak langsung pulang. Mereka memanfaatkan waktu untuk makan-makan bersama saudara muslim lainnya yang mungkin jarang bertemu pada waktu yang lain. Pendeknya, suasana penuh keakraban dan semangat ukhuwah islamiah sangat terasa di tempat ini.

Selain di Islamic Center, ada juga beberapa masjid yang tersebar di beberapa tempat di pusat Kota Bangkok. Meski rata-rata berukuran kecil, tapi masjid di Bangkok pada umumnya memiliki arsitektur yang unik dan indah.

Setiap selesai pelaksanaan shalat berjamaah, sebagian masjid menyediakan minuman dan snack, sumbangan para dermawan. Terlebih pada hari Jumat dan bulan Ramadhan, semangat umat Islam Bangkok bersedekah makanan dan minuman sangatlah tinggi.

Selain masjid, di Bangkok juga terdapat beberapa sekolah islam. Saya sangat bersyukur melihat semangat belajar anak-anak muslim di sekolah Islam di Bangkok yang sangat tinggi, meski mereka berada di tengah masyarakat yang umumnya nonmuslim. Itulah, antara lain, tantangan bagi keimanan mereka.

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email [email protected] (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id