Kasus Pembunuhan Michael Dilimpahkan ke Aceh Utara | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kasus Pembunuhan Michael Dilimpahkan ke Aceh Utara

Kasus Pembunuhan Michael Dilimpahkan ke Aceh Utara
Foto Kasus Pembunuhan Michael Dilimpahkan ke Aceh Utara

BIREUEN – Kasus pembunuhan Michael Reinaldo Mesak (37), pengusaha asal Tangerang, Jawa Barat yang dihabisi dengan gergaji mesin (chainsaw) di areal perkebunan sawit Desa Hagu Transmigasi, Cot Girek, Aceh Utara dilimpahkan penanganannya oleh Polres Bireuen ke Polres Aceh Utara.

Berkas dan tersangka atas nama Suyatman alis Lele bin Karto Kasim alias Paklek (57), warga Desa Buket Pidie, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara diserahkan, Selasa (26/9).

Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SE SH melalui Kasat Reskrim, Iptu Riski Andrian kepada Serambi mengatakan, pemeriksaan sejumlah saksi sudah selesai dan selanjutnya dilakukan gelar perkara. “Hasil gelar perkara terungkap pembunuhan terjadi di Aceh Utara,” kata Iptu Riski.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bireuen, kasus tersebut adalah pembunuhan tidak disertai penculikan karena korban datang ke sana. “Laporan pertama masuk ke Polres Bireuen maka segera ditangani,” ujar Kasat Reskrim Polres Bireuen.

Tim dari Polres Bireuen mengantar tersangka termasuk berkas dan barang bukti berupa sepeda motor, chainsaw, baju kaos korban, dan sejumlah barang bukti lainnya.

Tersangka yang akrab dipanggil Paklek mengaku pembunuhan itu berawal dari cekcok utang piutang. Pengakuan itu juga disampaikan langsung kepada Serambi yang menemuinya di sel Mapolres Bireuen, Selasa (26/9).

Wawancara dengan Serambi didampingi Wakapolres Bireuen, Kompol Carlie Syahputra Bustaman.

Tersangka yang memiliki enam anak itu mengatakan, korban datang ke lokasi kejadian sekitar pukul 17.00 WIB, 14 September 2017.

Setelah berjumpa di rumah tersangka terjadi dialog. Korban langsung menagih utang sekitar Rp 7,5 juta. Namun ada bon utang lainnya yang tersangka tidak mengetahui dari mana datangnya yang mencapai puluhan juta. “Ada bon utang atas nama saya Rp 46 juta, ada bon lainnya angkanya sekitar Rp 20 juta dan yang ditagih kemarin hutang Rp 7,5 juta,” ujarnya.

Tersangka mengaku sebelum kejadian adalah sebagai pekerja merangkap mandor di kebun milik korban di Bener Meriah dan tidak mengetahui utang tersebut. Dua bulan lalu ia minta izin karena sakit maka ia pulang ke Aceh Utara. “Saya masih bekerja dengan dia tapi karena sakit maka pulang ke kampung dan mengelola kebun sendiri,” demikian pengakuan tersangka.(yus) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id