Pengakuan Tersangka, Detik-detik Jelang Pembunuhan Pengusaha Asal Tangerang di Aceh Utara | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pengakuan Tersangka, Detik-detik Jelang Pembunuhan Pengusaha Asal Tangerang di Aceh Utara

Pengakuan Tersangka, Detik-detik Jelang Pembunuhan Pengusaha Asal Tangerang di Aceh Utara
Foto Pengakuan Tersangka, Detik-detik Jelang Pembunuhan Pengusaha Asal Tangerang di Aceh Utara

URI.co.id, BIREUEN – Tersangka bernama Suyatman alis Lele bin almarhum Karto Kasim (57) beralamat di Desa Buket Pidie, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, mengaku pembunuhan dilakukan diawali persoalan penagihan utang.

Pria yang dipanggil Paklek mengaku terjadi cek cok dan emosi memuncak hingga terjadi pembunuhan.

Pengakuan jujur dan terus terang itu disampaikan tersangka kepada URI.co.id saat ditemui di sel Polres Bireuen, Selasa (26/09/2017).

Baca: Pengusaha asal Tangerang Dibunuh Pakai Chainsaw

Dalam pertemuan yang didampingi Kasat Reskrim Iptu Riski Andrian dan Wakapolres Bireuen, Kompol Carlie Syahputra Bustaman mengaku kejadian tersebut di luar dugaan.

Saat itu, Suyatman mengatakan, korban datang ke sana sekitar pukul 17.00 WIB, pada 14 September 2017.

Setelah berjumpa di rumah tersangka terjadi dialog, korban menagih utang.

Hutang yang ditagih waktu itu sekitar Rp 7,5 juta.

Baca: VIDEO: Sempat Hilang, Pengusaha Ini Ditemukan Tak Bernyawa

Namun ada bon hutang lainnya yang tersangka tidak mengetahui dimana datangnya, jumlahnya mencapai puluhan juta.

“Ada bon hutang atas nama saya Rp 46 juta, ada bon lainnya angkanya sekitar Rp 20 juta dan yang ditagih kemarin hutang Rp 7,5 juta,” ujarnya pria yang beristrikan Murkiem (55)  dan sudah memiliki enam orang anak

Usai shalat Maqrib korban mengendarai sepeda motor di depannya ada mesin chainsaw.

Sedangkan parang (atau mata gergaji mesin) dipegang tersangka yang duduk di belakang.

Baca: Begini Kelanjutan Kasus Pembunuhan Pengusaha Asal Tangerang di Aceh Utara

Dalam perjalanan terjadi cekcok lagi antara korban dan tersangka juga masalah hutang.

Setibanya di kawasan sepi dekat gudang dinamit  tersangka minta berhenti sebentar mau buang air kecil.

“Karena sudah sangat emosi,  saya hantam dengan parang chainsaw di belakang dan jatuh, kemudian saya bunuh langsung,” ujarnya jujur. (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id