Nasib Ribuan Honorer tak Jelas | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Nasib Ribuan Honorer tak Jelas

Foto Nasib Ribuan Honorer tak Jelas

SUBULUSSALAM – Nasib ribuan tenaga honorer di Pemerintah Kota Subulussalam hingga kini masih menggantung karena tidak adanya kejelasan penerbitan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kembali.

“Ada ribuan tenaga honorer yang dulu tidak diperpanjang masa kerjanya pada akhir 2014 sampai sekarang menunggu tindaklanjut pemerintah, ini harus segera disikapi,” kata Edi Saputra Bako, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kota Subulussalam, Minggu (27/3).

Edi menyebutkan pada saat berakhirnya masa kerja 2014 lalu, pemerintah berjanji akan merekrut kembali mereka. Bahkan, saat itu dijanjikan rekrutmen berlangsung terbuka. Namun sayangnya hingga setahun lebih tak kunjung ada realisasi.

Edi berharap masalah ini disikapi segera sebab para mantan honorer ini sebagian malah masih aktif meski tidak menerima honor dengan harapan ada pertimbangan pemerintah dalam rekrutmen mendatang. “Maunya pemerintah lebih responsif, jangan menunggu ada masalah baru sibuk. Karena kalau masalah honorer ini tak segera dituntaskan yakinlah ini akan menjadi bom waktu dikemudian hari,” ujar Edi.

Sejumlah tenaga honorer yang masih aktif menyatakan harapan mereka agar diangkat kembali. Mereka mengaku tak berani berbuat banyak apalagi bersuara secara lantang karena takut menjadi masalah.

“Entah bagaimananya nasib kami ini. Sudah setahun lebih belum juga ada SK. Dulu kata pak wali kembali direkrut tapi sampaai sekarang belum dilakukaan. Sekarang kami tetap masuk kerja walau tidak ada gaji. Tapi maunya nasib kami ini diperhatikan juga,” ujar seorang honorer.

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Kota Subulussalam juga berencana segera menyurati DPRK agar memanggil pemangku kebijakan untuk mempertanyakan kejelasan nasib ribuan tenaga kontrak di Subulussalam. Terlebih, kata Edi Saputra Bako, anggaran sudah diplotkan tapi belum kunjung dilakukan perekrutan.

“Kasihan mereka, banyak yang sudah setahun rela tidak menerima upah demi diangkat kembali menjadi tenaga honorer. Tapi sayangnya hal ini belum dipertimbangkan pemangku kebijakan. Jangan beri harapan palsu sama mereka, kasihan mereka,” ujar Edi.(lid) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id