Pengusaha Perkebunan Setuju Berikan Plasma 20 % | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pengusaha Perkebunan Setuju Berikan Plasma 20 %

Pengusaha Perkebunan Setuju Berikan Plasma 20 %
Foto Pengusaha Perkebunan Setuju Berikan Plasma 20 %

BANDA ACEH – Pengusaha perkebunan sawit di Subulussalam, Projo mengatakan mereka setuju memberikan lahan perkebunan plasma kepada masyarakat 20 persen dari areal perkebunan yang digarap pengusaha perkebunan. Pasalnya, hal itu sudah sesuai UU Perkebunan Nasional

“Yang menjadi masalah saat ini bagi perusahaan perkebunan, saat mengajukan perpanjangan izin HGU kebun kepada bupati/wali kota, prosesnya sangat lamban dan ada minta syarat tambahan di luar ketentuan,” kata Projo dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) perubahan Qanun Nomor 6 tahun 2012 tentang Perkebunan Aceh dilaksanakan Komisi II DPRA di Gedung DPRA, Banda Aceh, Senin (25/9).

Wakil Ketua DPRA, Drs Sulaiman Abda MSi dalam sambutannya saat membuka RDPU itu mengatakan dengan perubahan Qanun Nomor 6 tahun 2012 ini bisa menciptakan iklim investasi di sektor perkebunan di Aceh menjadi lebih kondusif lagi, bukan sebaliknya.

“Dalam UU Perkebunan Nasional sudah ditegaskan setiap pengusaha/perusahaan yang ingin buka lahan perkebunan baru minimal seluas 250 hektare, wajib memberikan lahan plasma kepada masyarakat sekitar areal kebunnya 20 persen dari lahan perkebunan yang mau digarap. Kalau ini dilaksanakan tidak akan terjadi konflik,” kata Sulaiman Abda.

Sedangkan Ketua Komisi II DPRA, Nur Zahri ST, selaku pimpinan rapat ini mengatakan RDPU mereka laksanakan untuk mempertegas kepada peserta RDPU yang hadir, baik dari perusahaan perkebunan dan asosiasi perkebunan agar memfokuskan saran dan usulnya terhadap pemberian lahan plasma kepada masyarakat sekitar kebun sebesar 20 persen, bibit bermutu, larangan serta sanksi hukum bagi pengusaha dan masyarakat yang melanggar.

Untuk lahan plasma bagi masyarakat, kata Nur Zahri, dalam perubahan qanun nomor 6 tahun 2012 ini, Komisi II sudah menurunkannya dari 30 persen menjadi 20 persen dari lahan HGU yang mau digarap perusahaan perkebunan. Hal ini sesuai aturan nasional.

Pengurus asosiasi perkebunan, Safri yang hadir dalam RDPU itu juga mengatakan asosiasi perkebunan setuju pembagian lahan plasma sebesar 20 persen itu. (her) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id