Jaksa Tahan Mantan PPTK | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Jaksa Tahan Mantan PPTK

  • Reporter:
  • Selasa, September 26, 2017
Jaksa Tahan Mantan PPTK
Foto Jaksa Tahan Mantan PPTK

* Kasus Dugaan Korupsi Cetak Sawah Baru

MEULABOH – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat, Senin (25/9) menahan MM (55), mantan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Aceh Barat. MM yang saat ini masih sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di jajaran Pemkab Aceh Barat ditahan dalam kasus dugaan korupsi proyek cetak sawah baru tahun anggaran 2011. Sebelumnya jaksa menetapkannya sebagai tersangka.

MM yang masih menggunakan pakaian dinas PNS dibawa oleh jaksa Maiman Limbong SH dari Kejari Aceh Barat ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Meulaboh untuk ditahan selama 20 hari ke depan. Kasi Pidana Khusus Kejari Aceh Barat Fakhrul Rozi SH MH kepada Serambi kemarin mengatakan penahanan MM dilakukan pihaknya setelah ditetapkan sebagai tersangka. “Kasusnya masih kita dalami.

Tersangka ditahan selama 20 hari,” katanya. Dia sebutkan jaksa segera merampungkan berkas perkaranya untuk diteruskan ke Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh. “Kalau untuk jumlah kerugian negera dalam kasus tidak dapat kami sampai di sini,” ujarnya.

MM diduga melanggar Pasal 2 Ayat 1 jo, Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana. “Alasan penahanan karena tersangka dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti atau mengulangi tindak pidana,” jelasnya.

Kasus dugaan korupsi cetak sawah baru di Aceh Barat bersumber dana dari APBN 2011-2012. Total dana waktu itu dikucurkan kepada Aceh Barat sebesar Rp 10,9 miliar lebih. Dana tersebut untuk membuka sawah baru seluas 1.000 hektare. Sejumlah pihak terkait dalam kasus itu sudah dipanggil untuk dimintai keterangan oleh penyidik kejaksaan, termasuk sejumlah kelompok tani di Aceh Barat.

Sementara itu dari Kabupaten Simeulue dilaporkan tim penyidik Polres Simeulue menetapkan oknum camat di Simeulue berinisial Ran bersama seorang warga lainnya, Yar sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan dana pembangunan Kantor Camat Simeulue Barat.

Akibat perbuatan tersangka negara mengalami kerugian Rp 260 juta lebih. Pihak penyidik juga menyita satu unit rumah milik tersangka Ran, yang berada di kawasan Medan, Sumatera Utara karena terindikasi masuk dalam pencucian uang hasil korupsi pembangunan Kantor Camat Simeulue Barat tahun anggaran 2010/2012.

Kapolres Simeulue AKBP Ayi Satria Yuddha yang dikonfirmasi Serambi melalui Kasat Reskrim Iptu Irwansyah kemarin mengatakan penyelidikan kasus itu telah dilakukan sejak 2015 lalu. Tim ahli turut dilibatkan untuk menghitung kerugian negara.

“Tersangka Ran saat itu belum sebagai Camat, masih Sekcam. Untuk posisinya di perusahaan sebagai komisaris dalam perusahaan kontruksi yang mengerjakan proyek kantor camat dalam dua tahap, sementara Yar sebagai direktur perusahaan,” ujar Kasat Reskrim.

Dalam kasus tersebut, diduga telah terjadi tindak pidana korupsi karena pekerjaan pembangunan Kantor Camat tidak selesai dengan sempurna. Menyangkut dengan penyitaan rumah milik tersangka Ran dilakukan setelah keluarnya izin penyitaan dari Pengadilan Negeri. (riz/sm) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id