Penyaluran Rumah Nelayan Terhambat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Penyaluran Rumah Nelayan Terhambat

Penyaluran Rumah Nelayan Terhambat
Foto Penyaluran Rumah Nelayan Terhambat

* Akibat belum Ada Sarana Pendukung

SIGLI – Penyaluran 50 rumah nelayan yang selesai dibangun awal tahun 2016 di Gampong Mantak Raya, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, belum juga dilakukan, karena masih terhambat dengan belum selesainya sarana pendukung berupa pemasangan jaringan air PDAM dan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kompleks perumahan bantuan APBN ini.

Amatan Serambi pada Senin (25/9), yang sedang dikerjakan saat ini yaitu proyek sarana pengolahan limbah. Sementara pemasangan jaringan pipa air bersih belum dilakukan.

“Proyek IPAL menelan dana Rp 480 juta, sedangkan proyek pemasangan jaringan air PDAM segera dilakukan dengan dana sebesar Rp 413 juta, dari sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017,” sebut Syukri, Kabid Air Minum dan Penyehatan Lingkungan di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Pidie, kemarin.

Menurutnya, pemasangan saluran IPAL bertujuan supaya air tanah tidak tercemar limbah tinja dan limbah rumah tangga.

Camat Simpang Tiga, Drs Nadhar Putra MSi, juga mengaku belum bisa memastikan kapan pembagian rumah bantuan ini bisa dilakukan. “Yang jelas setelah seluruh sarana pendukung selesai dikerjakan,” ujarnya.

Selain menunggu selesainya proyek IPAL dan pemasangan jaringan pipa air bersih, juga akan dibangun jalan dalam kompleks rumah nelayan itu dan jembatan kecil di jalan masuk ke kompleks. Sehingga diperkirakan, pembagian rumah tidak mungkin dilakukan tahun ini.

Ia menambahkan, terkait penerima rumah juga akan diverifikasi kembali oleh tim penilai, yang kemudian akan di-SK-kan Bupati Pidie. Karena meski lokasi rumah ini di Gampong Mantak Raya. Namun penerimanya bukan saja nelayan dari Mantak Raya, melainkan juga nelayan dari desa lain di wilayah Kecamatan Simpang Tiga,” kata Nadhar Putra.

Keuchik Mantak Raya, Yusri, mengaku pihaknya telah mengusul 40 nama warganya yang berprofesi nelayan sebagai calon penerima rumah bantuan tersebut. “Terkait siapa yang berhak menerimanya, kami serahkan kepada tim untuk menilai,” katanya.

Ia mengharapkan, rumah bantuan ini diprioritaskan kepada nelayan yang benar-benar membutuhkan rumah yang layak, dan pembagiannya mengedepankan prinsip pemerataan. Sehingga tidak menimbulkan kecemburuan antara warga di satu gampong dengan warga dari gampong lainnya.(aya) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id