Mualem Ajak Dayah Perangi Narkoba | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mualem Ajak Dayah Perangi Narkoba

Foto Mualem Ajak Dayah Perangi Narkoba

TAKENGON – Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf mengajak pihak dayah (pesantren) untuk dapat ikut berperan dalam memerangi peredaran narkoba. Ajakan disampaikan pria yang disapa Mualem ketika menghadiri acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1437 H di Dayah Pesantren Terpadu Bustanul Muklisin di Kampung Tawarmiko, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (27/3).

Menurut Mualem, bahaya narkoba telah masuk ke berbagai kalangan serta pelosok sehingga sudah sepatunya untuk diperangi. Apalagi, peredaran narkoba juga telah menyasar kalangan remaja yang notabene merupakan para generasi penerus bangsa. “Jadi kita berharap, dayah juga harus berperan dalam mengawasi bahaya peredaran narkoba sehingga tidak meracuni para generasi muda,” pinta Mualem.

Dia mengatakan, perang terhadap narkoba tidak henti hentinya dilakukan pihaknya untuk menciptakan generasi yang lebih gemilang di masa mendatang. Pasalnya, dengan pengaruh narkoba sehingga akan memunculkan generasi generasi yang kurang sehat. “Narkoba sengaja disebarkan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab, serta ingin mencari keuntungan yang lebih besar dengan terus meracuni generasi muda kita,” jelasnya.

Mualem berjanji akan membantu pembangunan pesantren terpadu Bustanul Muklisin di Kampung Tawarmiko, Kecamatan Kute Panang. Pihaknya akan berupaya menganggarkan pembangunan pesantren tersebut dalam APBA 2017 mendatang. “Meski di tahun 2017 nanti sudah memasuki masa pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), tetapi kan masih bisa kita dorong di pembahasan anggaran 2017,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pimpinan Ponpes Bustanul Muklisin, Kasyandi menyebutkan, keberadaan pesantren tersebut, memang masih relatif muda karena didirikan sejak April 2015 lalu. Namun, baru berjalan proses belajar mengajar di bulan Agustus 2015. “Saat ini, kami telah memiliki santri sebanyak 103 orang yang berasal dari Kecamatan Kute Panang. Jadi, masih ada beberapa fasilitas yang belum memadai, seperti bangunan karena pembangunan pesantren ini, merupakan swadaya dari masyarakat,” paparnya.(my) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id