Warga Seunebok Jalan Datangi Kejari Aceh Timur, Ada Apa? | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Warga Seunebok Jalan Datangi Kejari Aceh Timur, Ada Apa?

Warga Seunebok Jalan Datangi Kejari Aceh Timur, Ada Apa?
Foto Warga Seunebok Jalan Datangi Kejari Aceh Timur, Ada Apa?

URI.co.id, IDI – Setelah melaporkan dugaan penyalahgunaan alokasi dana gampong ke Kejaksaan Aceh Timur, Rabu 9 Agustus 2017 lalu.

Kini, puluhan warga dari Gampong Seunebok Jalan, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur, kembali mendatangi kantor Kejaksaan Aceh Timur, Senin (25/9/2017).

Baca: Ada Dana Desa Rp 6 Juta per Tahun, Calon Mahasiswa Baru Agara Asal Desa Ini Terancam Gagal Kuliah

“Kedatangan kami ingin mengetahui sejauh mana hasil dari penyelidikan penyidik Kejaksaan terkait laporan kami tentang dugaan penyalahgunaan alokasi dana gampong (ADG) Gampong Seunebok Jalan, tahun 2016,” ungkap Saiful Anwar didampingi Muhammad, Munir, Afwadi, Mukhtar, Ismail, dan sejumlah warga lainnya yang ditemui URI.co.id di depan Kantor Kejari Aceh Timur.

Sesuai rencanaya puluhan warga ini ingin menemui Khairul Hisyam, Kasi Intel Kejari Aceh Timur. Namun, Kasi Intel sedang di luar daerah.

Sepengetahuan pihaknya, ungkap Saiful, keuchik dan tuha peut Gampong Seunebok Jalan telah diperiksa penyidik Kejari Aceh Timur beberapa waktu lalu terakit kasus ini.

Termasuk dirinya (Saiful Anwar) dan Muhammad selaku pihak yang melaporkan dan yang menyerahkan dokumen dugaan penyalahgunaan ADG tahun 2016 ke Kejaksaan beberapa waktu lalu juga telah diperiksa.

“Penyidik berjanji juga akan memanggil ketua dan anggota tim pelaksana kegiatan (TPK) di Gampong Seunebok Jalan untuk diperiksa. Namun, hingga saat ini belum dipanggil,” ungkap Saiful.

Warga, kata Saiful, meminta pihak Kejaksaan Aceh Timur, agar memperoses kasus dugaan penyalahgunaan ADG tahun 2016 ini secara tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pasalnya, ungkap Saiful, ada beberapa item kegiatan yang didanai ADG tahun 2016 fiktif seperti pembelian tanah timbun untuk pembukaan jalan baru yang dalam LPJ dibuat Rp 56 juta.

Padahal tanah ini merupakan tanah hibah dan tidak dibeli. Kegiatan fiktif lainnya yaitu pembelian air bersih, dan kereta sorong.

Baca: Dana Desa ‘Meuhambo’

“Termasuk markup jumlah semen untuk pembanguan tembok penahan tanah di LPJ dibuat sebanyak 560 zak, padahal yang terealisasi sekitar 300 zak,” ungkap Saiful.

Karena itu jika terbukti bersalah, ungkap Saiful, warga meminta Kejaksaan Aceh Timur, untuk memproses hukum siapapun pihak yang terlibat dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana ADG tahun 2016 ini.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Aceh Timur, melalui Kasi Intel Khaerul Hisyam SH yang dikonfirmasi Serambi via Hp mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan tim inspektorat Kabupaten Aceh Timur, untuk mengetahui ada atau tidaknya kerugian keuangan negara terkait dugaan penyalahgunaan ADG tahun 2016 di Gampong Seunebok Jalan, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur.

Sebelumnya ungkap Hisyam, pihaknya juga sudah meminta bantuan tim teknis dari Dinas PU untuk mengukur pembangunan yang didanai ADG tahun 2016 yang dilaporkan warga.

Baca berita selengkapnya di Harian Serambi Indoenesia edisi Selasa (26/9/2017). (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id