Boat Dihantam Ombak, Satu Nelayan Hilang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Boat Dihantam Ombak, Satu Nelayan Hilang

Boat Dihantam Ombak, Satu Nelayan Hilang
Foto Boat Dihantam Ombak, Satu Nelayan Hilang

* Siswi SMP Ditimpa Pohon

IDI – Tiga orang selamat dan satu anak buah kapal (ABK) KM Sarina Rezeki dilaporkan masih hilang setelah boat mereka pecah dihantam ombak saat melaut sekitar 7 mil arah utara dari Kuala Idi, Aceh Timur, Sabtu (23/9) pukul 08.50 WIB.

Informasi yang diperoleh Serambi dari Sekretaris Search and Resque (SAR) Aceh Timur, Herman, Minggu (24/9), hingga kemarin tim gabungan terdiri atas tim SAR Aceh Timur, Pos SAR Langsa, TNI AL, dan Pol Air masih mencari korban.

„Korban belum ditemukan. Tim gabungan masih melakukan pencarian,“ ungkap Herman kepada Serambi sembari menyebutkan bahwa pencarian menggunakan dua rubber boat milik Basarnas.

Berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya, jelas Herman, boat pancing dengan bobot 7 Grosston (GT) tersebut berawak empat orang. Namun, saat mereka melaut terjadi cuaca buruk, sehingga papan di bawah draf boat pecah dan tenggelam.

Keempat ABK KM Sarina Rezeki itu terdiri atas Abdullah (35), Saiful (35), Faisal (25), dan Ismail (32). „Korban hilang yang belum ditemukan adalah Ismail, warga Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur,“ ungkap Herman.

Sementara itu, tiga ABK yang selamat, jelas Herman, diselamatkan oleh KM Kambuna 01 dan KM Saudara. „Mereka yang selamat dibawa ke Kuala Idi oleh awak KM Kambuna dan tiba di Kuala Idi pukul 12.15 WIB Sabtu,“ jelasnya.

Sementara itu, Rina Safriati (13), siswi kelas 2 SMP Negeri 8 Darussalam, Banda Aceh, cedera di bagian lengan kanan dan pinggang akibat tertimpa pohon kelapa di rumahnya, Dusun Lapangan, Gampong Meunasah Bak Trieng, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Minggu (24/9) sekitar pukul 15.00 WIB.

Pada saat itu angin berembus sangat kencang, sehingga pohon di seberang rumahnya tumbang dan menimpa kamar ukuran 3,5×3 meter yang dihuni remaja malang itu.

Muslimah (22), kakak kandung korban. kepada Serambi kemarin sore mengatakan, kondisi Rina saat ini agak membaik, namun masih mengeluhkan sakit di pinggangnya. „Lengan Rina lecet tergores dahan pohon. Pinggangnya yang belum tahu kena apa, soalnya belum bisa di-rontgen,“ ujarnya.

Muslimah menceritakan, saat angin kencang, korban bergegas masuk ke kamarnya. Namun, tiba-tiba terdengar suara ambruk diselingi jeritan korban. „Kami coba masuk ke kamar, tapi pintunya tak bisa dibuka karena tertahan dahan kelapa,“ kata Muslimah.

Pintu pun harus didobrak oleh beberapa orang agar Rina yang dalam posisi terjepit bisa dikeluarkan.

Menurut Muslimah, keluarga sempat terkejut saat melihat kamar yang berhasil didobrak tersebut dipenuhi pucuk pohon kelapa, termasuk pelepah, daun, tandan, dan buahnya. „Alhamdulillah, Rina nggak kenapa-napa. Kami sudah bawa ke dokter, katanya tak perlu di-rontgen dulu,“ jelas dia. Muslimah menambahkan, beberapa aparatur gampong sudah mengunjungi rumahnya. Seorang tetangga juga telah menghubungi Dinas Sosial Aceh Besar, namun belum ada jawaban. „Banyak yang harus diperbaiki. Kami mohon pemerintah dapat membantu karena biaya yang dibutuhkan juga tidak sedikit,“ pintanya.

Masih di Aceh Besar, tepatnya di Gampong Tanjong, Kecamatan Ingin Jaya, atap sebuah rumah beterbangan saat angin bertiup kencang. Rumah milik pasangan Mirza-Ayu di Jalan Tanjung Harapan I itu berlantai dua. Seng sekaligus kuda-kuda penopang diterbangkan angin hingga berjarak 80 meter dari rumah mereka.

Untung saja balok kayu itu tidak terkena siapa pun. Lembu yang biasanya merumput, pada sore kemarin juga tak tampak. Belakang rumahnya memang masih berupa hamparan sawah kosong. Tanaman padi pun sudah lama dipanen.“Saya sedang mencuci di lantai atas saat melihat atap itu diterbangkan angin, „ kata Bu Des, warga Gampong Tanjong. (c49/fit/sak) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id