Usulan Panjar Pesawat Masuk Daftar Inventarisasi Masalah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Usulan Panjar Pesawat Masuk Daftar Inventarisasi Masalah

Usulan Panjar Pesawat Masuk Daftar Inventarisasi Masalah
Foto Usulan Panjar Pesawat Masuk Daftar Inventarisasi Masalah

BANDA ACEH – Rapat lanjutan pembahasan dokumen KUA dan PPAS Perubahan 2017 antara Banggar DPRA dengan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), Jumat (22/9) malam menyepakati usulan penyediaan dana panjar pembelian dua unit pesawat dimasukkan ke dalam daftar inventarisasi masalah (DIM).

„Pembatalan penyediaan dana panjar sebesar Rp 10 miliar untuk beli pesawat belum final, karena TAPA minta dimasukkan dulu ke dalam DIM bersama usulan anggaran untuk Tsunami Cup Rp 11 miliar dan Sail Sabang Rp 7,5 miliar,“ kata Asisten III Setda Aceh, Kamaruddin Andalah kepada Serambi, Sabtu (23/9) menanggapi berita pembatalan dana panjar beli pesawat.

Menurut Kamaruddin, belum semua anggota Banggar DPRA menyetujui program pengadaan pesawat patroli itu. Ada yang menyatakan batalkan saja dan ada juga yang menyatakan tunda sampai ada laporan analisis dan kajian manfaat dari pengadaan pesawat itu. Selain itu, jenis pesawat dan spek serta harga satuan pesawat juga belum didapat dari dinas teknis.

TAPA mengusulkan penyediaan uang panjar Rp 10 miliar untuk pengadaan pesawat patroli laut dan hutan dalam dokumen KUA dan PPAS Perubahan 2017 dimaksudkan sebagai persiapan jika dalam proses pengadaan nanti pihak perusahaan pembuat pesawat minta uang panjar, Pemerintah Aceh sudah menyediakan dalam RAPBA Perubahan 2017.

„Usulan penyediaan dana panjar pembelian dua unit pesawat baru untuk patroli laut dan hutan itu punya dasar pemikiran yang kuat.

Mengenai jenis, spek. dan harga satuan pesawat, nanti akan dijelaskan oleh dinas teknis (Dishub) setelah Banggar DPRA menyetujui,“ kata Kamaruddin.

Sebelumnya, aktivis LSM MaTA (Masyarakat Transparan Aceh) meminta Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, bersama Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) mengkaji kembali rencana membeli pesawat terbang untuk patroli laut dan hutan dalam tahun anggaran 2017.

„Kalau panjarnya saja sudah Rp 10 miliar, berapa lagi dana yang harus disediakan tahun depan untuk melunasi dua pesawat patroli laut dan hutan yang hendak dibeli itu?“ tanya Koordinator MaTA, Alfian dalam siaran persnya kepada Serambi, Kamis (21/9).

Suara kritis terhadap rencana membeli pesawat juga disampaikan seorang akademisi dari Unmuha Banda Aceh, Dr Taufik A Rahim SE MSi. Menurut Taufik, kalaupun pesawat tersebut sangat dibutuhkan untuk patroli laut dan hutan, pengadaannya bisa diusulkan ke pusat dengan sumber dana APBN.(her) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id