Bocah Penderita Gizi Buruk Meninggal | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bocah Penderita Gizi Buruk Meninggal

Bocah Penderita Gizi Buruk Meninggal
Foto Bocah Penderita Gizi Buruk Meninggal

LANGSA – Sugianto, bayi laki-laki usia 5 tahun yang mengalami gizi buruk sejak lahir, Minggu (24/9) pukul 09.00 WIB mengembuskan nafas terakhirnya ketika masih dalam perawatan medis di ruang perawatan intensif (PICCU) RSUD Langsa. Padahal pihak rumah sakit sudah menjadwalkannya berangkat ke Medan untuk dirujuk ke RS Teguh, guna mendapat penanganan lebih intensif.

Pantauan Serambi, Sejak Rabu (20/9) lalu, Sugianto terbaring dengan kondisi kritis (koma) di salah satu ruang PICCU rumah sakit setempat, setelah memburuknya kondisi kesehatan anak semata wayang janda Sawiyah (38), warga Desa Alue Punti, Kecamatan Rantau Seulamat, Kabupaten Aceh Timur.

Kepergian Sugianto, bocah berkulit putih ini memunculkan duka sangat mendalam bagi ibunya yang selama ini setia merawat dan mendampinginya. Dalam pemberitaan Serambi kemarin, Sawiyah mengatakan sangat berharap anaknya ini bisa disembuhkan, karena dua anaknya yang lain juga meninggal setelah lahir akibat penyakit yang sama.

Namun, Sugianto telah dipanggil menghadap-Nya kemarin. Saat pihak medis mengabarkan Sugianto meninggal dunia, Sawiyah tak henti menangis dan memeluk erat anaknya itu. Ia sangat terpukul karena selama ini sudah berjuang sangat keras untuk menghidupi anaknya itu. Setiap hari, saat bekerja di kebun warga yang berada di pinggir hutan, anaknya ini selalu ikut dalam gendongannya, karena tak mungkin ia tinggal sendirian di rumah.

Siang kemarin, jenazah Sugianto diantar menggunakan ambulans RSUD Langsa ke Desa Alue Punti, yang merupakan desa pedalaman dan tertinggal dalam segala hal, khususnya terkait pelayanan kesehatan. “Sejak semalam (Sabtu malam-red), kondisi Sugianto kembali memburuk, dan pagi ini pukul 09.00 ia meninggal dunia,” ujar seorang petugas medis di ruang PICCU.

Menurut petugas, akibat gizi buruk yang dialaminya bertahun-tahun, hampir semua organ tubuh Sugianto sudah tidak bisa berfungsi dengan normal.

Kasus kematian Sugianto, balita penderita gizi buruk ini seharusnya menjadi tamparan keras bagi pemerintah dan menambah deretan panjang kasus gizi buruk yang terjadi di Aceh, khususnya di wilayah Kabupaten Aceh Timur yang dinilai kurang memperhatikan kesehatan masyarakatnya di pedalaman.

Kepala Ruang PICCU RSUD Langsa, Eli Marlisyah, mengatakan bahwa sejak dibawa ke rumah sakit ini kondisi almarhum sangat parah. Selain gizi buruk, Sugianto juga menderita sejumlah penyakit lainnya, sehingga organ-organ tubuhnya tak berfungsi dengan normal. Di umurnya yang sudah lima tahun, bocah malang ini belum bisa berjalan, dan belum bisa berbicara seperti anak-anak seumurannya.

Untuk mendapatkan penanganan intensif, Sugianto pun disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit di Banda Aceh atau Medan. Sawiyah pun telah berembug dengan keluarganya dan memutuskan akan membawa almarhum ke RS Teguh di Medan.

“Rencana Sugianto akan dibawa pada Minggu (24/9) ke RS Teguh Medan, karena jarak tempuh ke Medan lebih dekat dibandingkan ke Banda Aceh. Namun rencana itu batal, karena Allah berhendak lain,” kata Eli Marlisyah.(zb) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id