FPI: Kami Hanya Ingin Menasehati | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

FPI: Kami Hanya Ingin Menasehati

FPI: Kami Hanya Ingin Menasehati
Foto FPI: Kami Hanya Ingin Menasehati

* Terkait Simpatisan Jadi Tersangka

MEULABOH – Ketua Front Pembela Islam (FPI) Aceh Barat Tgk M Amin menyatakan kedatangan sepuluh anggota FPI Aceh Barat ke kafe Ratu di Desa Pasar Aceh, Kecamatan Johan Pahlawan bertujuan untuk memantau dan menyampaikan nasehat kepada pemilik kafe terkait dengan pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

“Kami datang hanya ingin menasihati. Tiba-tiba terjadi hal yang tidak pernah kami diinginkan,” kata Amin kepada Serambi kemarin menyikapi telah ditetapkannya seorang simpatisan FPI Aceh Barat sebagai tersangka oleh Polres Aceh Barat.

“Kami awal hanya lewat di depan kafe itu. Kami melihat di dalam kafe ada perempuan dan laki-laki. Jam sudah menunjukkan pukul 00.30 WIB pada Minggu dini hari sehingga kami coba datang tiba-tiba pintu ditutup sehingga coba diminta buka,” kata Amin yang hadir di lokasi. Amin menyebutkan kedatangan mereka ke kafe itu sebetulnya hanya ingin menasehati, setelah sebelumnya juga mendatangi sebuah kegiatan konser tak jauh dari lokasi tersebut.

“Waktu kami ke kafe itu tiba-tiba di lokasi menjadi ramai dan warga yang menyaksikan mencapai ribuan orang. Saya berdiri di luar. Tiba-tiba terjadi ribut-ribut,” katanya. Ketua FPI Aceh Barat itu mengungkapkan pemantauan terhadap pelaksaan syariat Islam menjadi tanggung jawab semua pihak. Seharusnya kafe karaoke di Desa Pasar Aceh tersebut sudah harus tutup pukul 24.00 WIB sebagaimana aturan yang berlaku dan disepakati Pemkab Aceh Barat.

Namun dalam hal ini pihak kafe tidak mengindahkan. Ia mengatakan terhadap sudah ditetapkan tersangka seorang simpatisan FPI, pihaknya akan melakukan langkah hukum karena tindakan tersebut tidak pernah diinginkan.

Seperti diberitakan polisi menetapkan simpatisan FPI Aceh Barat M Riski (30) sebagai tersangka dalam kasus penertiban kafe yang berujung bentrok dan pengrusakan di kawasan Pasar Aceh, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh pada Sabtu malam pekan lalu.

“Seorang dari anggota FPI itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan. Dari keterangan tersangka hanya simpatisan di FPI,” kata Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho SIK melalui Kasat Reskrim AKP Fitriadi.

Ia menyebutkan kasus itu diselidiki berdasarkan laporan pemilik Ratu Kafe. Dia sebutkan tersangka dijerat dengan Pasal 170 tentang pengrusakan dan penganiayaan.Tersangka berasal dari Bireuen dan sehari-hari bekerja sebagai pedagang di Meulaboh.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayah Hisbah (Satpol PP/WH) Aceh Barat Jufri SH kepada Serambi kemarin menyatakan pihaknya dalam pekan ini akan duduk bersama dengan Dinas Syariat Islam dan MPU serta lembaga terkait lainnya menyikapi soal kafe karaoke nakal yang buka hingga larut malam.

“Akan kita duduk bersama membahasnya. Sesuai perjanjian yang pernah dituangkan beberapa waktu lalu bahwa kafe dibenarkan buka hingga pukul 24.00 WIB dan lampu juga harus terang,” kata Jufri.

Ia mengaku terhadap adanya proses hukum di Polres tersebut pihaknya tidak ikut campur dan itu merupakan ranah kepolisian. Namun dalam hal penegakan syariat Islam menjadi kewenangan lembaganya. “Kita segera bersikap tegas termasuk akan memastikan apakah kafe-kafe karaoke itu memiliki izin atau tidak,” ujarnya.(riz) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id