Rp 20 M untuk 6 Irigasi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Rp 20 M untuk 6 Irigasi

Rp 20 M untuk 6 Irigasi
Foto Rp 20 M untuk 6 Irigasi

* Dana Pembebasan Lahan
* Usulan Pemkab Aceh Utara ke Provinsi

LHOKSUKON – Pemkab Aceh Utara mengusulkan dana Rp 20,4 miliar ke Pemerintah Aceh untuk pembebasan lahan enam irigasi yang berada di sejumlah kecamatan di wilayah itu, sehingga pembangunan dapat dilanjutkan. Saat ini, embangunan enam irigasi tersebut terkendala sebab masih ada lahan yang belum dibebaskan.

Keenam irigasi itu di antaranya, pembebasan lahan untuk bendungan dan jaringan irigasi Krueng Pase yang berada di Kecamatan Meurah Mulia dan Nibong dengan luas 14 hektare membutuhkan dana Rp 7,7 miliar. Lalu, untuk pengembangan jaringan irigasi Alue Bay di Kecamatan Paya Bakong dan Pirak Timu seluas 24 hektare lebih membutuhkan dana Rp 10,3 miliar.

Selanjutnya, pengembanan embung Lhok Gajah di Kecamatan Kuta Makmur seluas 2 hektare membutuhkan dana Rp 500 juta, serta pengembangan saluran suplesi Alue Ujeun di Kecamatan Nisam Antara seluas 1 hektare membutuhkan dana Rp 500 juta. Lalu, untuk embung Meudang Ara di Kecamatan Syamtalira Bayu seluas 1 Hektare membutuhkan dana Rp 700 juta.

“Selain itu, kita juga membutuhkan dana Rp 700 juta untuk pembebasan lahan embung Paya Rubek Kecamatan Sawang. Jadi total dana yang kita butuhkan mencapai Rp 20,4 miliar untuk pembebasan lahan. Jika dana ini tersedia, tahun depan pembangunan irigasi tersebut dapat dilanjutkan,” ujar Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf kepada Serambi, kemarin.

Disebutkan, karena dana tersebut sangat mendesak dibutuhkan Pemkab Aceh Utara, pihaknya berharap dapat dialokasikan dana itu dalam APBA Perubahan 2017. Pasalnya, dana APBK Aceh Utara terbatas, sehingga tidak mencukupi untuk dilakukan pembebasan lahan secara sekaligus. Sedangkan, menurut pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN), pembebasan lahan di suatu lokasi harus sekaligus.

“Jika keenam irigasi tersebut dapat digunakan masyarakat, tentu warga tak kesulitan lagi untuk mengaliri air ke sawah. Bila semua lahan dapat dimanfaatkan, bukan hanya bisa menambah pendapatan warga, tapi Aceh Utara juga akan menjadi penghasil beras terbesar di Aceh,” ulasnya. “Ini juga termasuk dalam bagian dari program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh dalam mewujudkan Aceh Kaya dan Aceh Meugoe,” pungkas Fauzi Yusuf.

Ketua Pelaksana Harian (Plh) DPRK Aceh Utara, Abdul Muthaleb berharap, Pemerintah Aceh dan DPRA dapat memprioritaskan usulan tersebut, karena kebutuhan dana untuk irigasi sangat mendesak. Apalagi mayoritas masyarakat Aceh Utara bergantung hidupnya dari hasil bertani.

“Saya yakin Gubernur Aceh pasti mengabulkan. Karena Beliau sangat peduli terhadap masyarakat kecil, dan ini termasuk bagian dari salah satu program unggulannya,” ujar Abdul Muthaleb.(jaf) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id