Beli Pesawat Usul Saja ke APBN | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Beli Pesawat Usul Saja ke APBN

Beli Pesawat Usul Saja ke APBN
Foto Beli Pesawat Usul Saja ke APBN

BANDA ACEH – Hasrat eksekutif ingin membeli dua pesawat baru (bahkan menurut Gubernur Irwandi perlu enam unit) ternyata mendapat penolakan dari anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRA. Akademisi dari Unmuha Banda Aceh, Dr Taufik A Rahim SE MSi menawarkan solusi, kalaupun pesawat tersebut sangat dibutuhkan untuk patroli laut dan hutan, pengadaannya bisa diusulkan ke pusat dengan sumber dana APBN.

Taufik Rahim kepada Serambi, Sabtu (23/9) ikut menanggapi usulan pembelian pesawat yang mendapat penolakan oleh Banggar DPRA. Menurutnya, rencana Gubernur Aceh ingin membeli pesawat baru dengan sumber APBA bukanlah kebijakan strategis.

„Jika pun ingin membeli pesawat tidak menggunakan dana APBA, silakan dengan APBN, itu lebih bijaksana. Karena dana APBA dan otsus harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan perbaikan perekonomian rakyat Aceh yang lebih baik sesuai dengan visi-misi gubernur,“ katanya.

Usulan pembelian pesawat tersebut diketahui dari dokumen KUA dan PPAS Perubahan 2017 yang diserahkan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) kepada Badan Anggaran (Banggar) DPRA. Dalam usulan itu terlihat anggaran Rp 10 miliar untuk panjar harga pengadaan pesawat baru. Belakangan usulan tersebut ditolak oleh DPRA.

Pria yang meraih gelar doktor bidang ilmu politik di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menjelaskan pengadaan dua atau enam pesawat baru bukan kebutuhan mendasar rakyat Aceh. Karena masih banyak persoalaan yang harus diselesaikan seperti masih tingginya angka kemiskinan, pengangguran, dan lainnya.

Belum lagi persoalan ketimpangan pembangunan ekonomi antar-regional wilayah pantai-timur utara, barat selatan serta kawasan lintas tengah Aceh. Jadi, katanya, sama sekali tidak signifikan membeli pesawat yang high cost dibandingkan dengan persoalan rakyat Aceh yang masih terpuruk dan banyak yang tidak berdaya.

„Jangan karena gubernur bisa menerbangkan pesawat (pilot) kemudian terjebak dengan usaha `tueng hate’ pejabat di bawahnya. Sebaiknya perlu ekstra hati-hati, jangan sampai usulan anggaran yang tidak prorakyat bisa menjebak Gubernur Aceh,“ demikian Taufik A Rahim.(mas) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id