SURA Dukung Rencana Gubernur Beli Pesawat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

SURA Dukung Rencana Gubernur Beli Pesawat

SURA Dukung Rencana Gubernur Beli Pesawat
Foto SURA Dukung Rencana Gubernur Beli Pesawat

BANDA ACEH – Polemik rencana Pemerintah Aceh membeli pesawat untuk kebutuhan patroli laut dan hutan Aceh ditanggapi pro kontra oleh masyarakat Aceh. Mayoritas mengkritik kebijakan tersebut karena dinilai menghambur-hamburkan APBA, namun hanya sedikit yang mendukung salah satunya lembaga Suara Rakyat Aceh (SURA).

“Setelah kita analisa yang mendalam, kita menyatakan mendukung rencana pemerintah Aceh untuk membeli pesawat terbang. Rencana pembelian pesawat harus dilihat dari kepentingan jangka panjang Aceh,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP SURA, Syukri Ibrahim, Sabtu (23/9) melalui rilis yang dikirim ke Serambi.

Usulan pembelian pesawat tersebut diketahui dari dokumen KUA dan PPAS Perubahan 2017 yang diserahkan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) kepada Badan Anggaran (Banggar) DPRA. Dalam usulan itu terlihat anggaran Rp 10 miliar untuk panjar pembayaran pengadaan pesawat baru. Belakangan, usulan tersebut ditolak oleh DPRA.

Rencana pembelian pesawat, kata Syukri, akan mendukung lahirnya Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) Bidang Kedirgantaraan. Sebab sejak Aceh damai pada 15 Agustus 2005 hingga sekarang, Pemerintah Aceh belum mampu membangun satu pun BUMA yang dapat memberikan kontribusi positif untuk penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Aceh.

“Dana otsus untuk Aceh mulai dikucurkan sejak tahun 2008 dan akan berakhir pada 2027. Namun hingga 2017 ini, dana otsus yang besar ini belum mampu melahirkan BUMA. Pentingnya BUMA lahir di Aceh, agar ketika dana otsus habis, Aceh sudah bisa mandiri. Aceh sudah memiliki sejumlah badan usaha yang siap menopang APBA,” ujar Syukri.

“Aceh ini adalah daerah kepulauan. Sebahagian besarnya adalah laut dan pulau yang potensinya belum digarap hingga kini. Keberadaan pesawat sangat penting agar potensi tadi bisa dimanfaatkan secara maksimal. Hasilnya untuk Aceh juga. Jadi setiap kebijakan harus dilihat dari efek jangka panjang,” tambah dia.

Dia mencontohkan, Pemerintah Papua yang bekerja sama dengan salah satu maskapai untuk membuka rute ke seluruh wilayah terisolir. Pemerintah Papua memberi subsidi yang besar setiap tahunnya agar maskapai tersebut tidak rugi karena penumpang masih minim. “Papua hampir sama dengan Aceh, tapi kita masih melihat kepentingan jangka pendek,” kata Syukri.

Mantan direktur utama (dirut) Perusahaan Daerah Pemerintah Aceh (PDPA) ini juga menyampaikan bahwa rencana pembelian pesawat tidak bisa dibenturkan dengan bayaran honor guru yang dinilai masih rendah yakni Rp 500 ribu perbulan. Menurutnya, kedua persoalan tersebut harus dilihat sebagai persoalan yang penting untuk dicari solusinya.

“Ada triliunan APBA kita, jadi gaji guru honorer tetap bisa ditingkatkan sesuai UMR dengan cara mengalihkan dana dari item lain yang tidak tepat sasaran. Eksekutif dan dewan bisa membahas solusi tanpa harus mempertentangkan rencana membeli pesawat dengan honor guru honorer di sekolah-sekolah,” ujar Syukri.(mas) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id