Gajah Rusak Lima Rumah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gajah Rusak Lima Rumah

Gajah Rusak Lima Rumah
Foto Gajah Rusak Lima Rumah

* Petani Pintu Rime Gayo Takut Berkebun

REDELONG – Kawanan gajah liar yang berjumlah sekitar 40 ekor yang terbagi dalam empat kelompok memasuki empat perkampungan dan merusak lima rumah warga, selain puluhan hektare area pertanian dan perkebunan masyarakat. Kondisi itu yang telah terjadi sebulan lebih telah membuat para petani di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah takut pergi ke kebun.

Binatang berbelalai panjang itu sudah mulai terdeteksi memasuki perkampungan pada dua hari sebelum Hari Raya Idul Adha 1438 H atau Rabu (30/8). Empat kampung yang telah menjadi sasaran amukan gajah yakni Alur Gading, Musara Pakat, Singah Mulo, dan Persiapan Sosial Menderek, Kecamatan Pintu Rime Gayo.

“Kawanan gajah ini sudah berada di kawasan pemukiman sejak dua hari sebelum Idul Adha, namun hingga kini belum juga kembali ke habitatnya di hutan,” kata Musfida, Reje Kampung Singah Mulo, kepada Serambi, Sabtu (23/9).

Dia mengatakan warga dari empat kampung tersebut sudah melakukan audiensi dengan DPRK Bener Meriah beberapa hari lalu, untuk mencari solusi mengusir gajah dari pemukiman penduduk. Dalam pertemuan itu, pihak dewan meminta lembaga terkait untuk mengusir kawanan gajah itu, karena sudah ada badan yang dibentuk pemerintah.

“Warga merasa takut melakukan aktivitas di kebun, karena kawanan gajah ini jumlahnya puluhan ekor, bukan itu saja, lima rumah warga juga dirusak,” sebutnya. Dia berharap, kawanan gajah liar itu segera diusir, sehingga warga dapat melakukan aktivitas seperti biasa lagi ke kebun.

Sedangkan Camat Pintu Rime Gayo, Iwan Pasha SSTP MSi, ketika dikonfirmasi Serambi, kemarin mengatakan telah dibentuk tim untuk menggiring gajah liar, agar memasuki wilayah sungai Peusangan yang berada di sebelah utara pemukiman.

Dia mengatakan sudah dibentuk tim delapan, terdiri dari beberapa unsur termasuk Conservation Response Unit (CSU) DAS Peusangan, serta tim dari World Wildlife Fund for Nature (WWF) Provinsi Aceh yang telah datang pada Sabtu (23/9) pagi. Dia mengatakan sebanyak 30 petugas akan melakukan penggiringan kawanan gajah liar ke hutan.

Menurut dia, persolaan masuknya kawanan gajah liar ke wilayah pemukiman di kawasan Pintu Rime Gayo sudah menjadi persoalan klasik yang terus terjadi. Dia mengatakan padahal sudah dibangun parit isolasi untuk mengantisipasi binatang berbelalai panjang ini masuk lagi ke pemukiman warga.

“Masuknya kawanan gajah ini kembali, mungkin disebabkan sejumlah titik parit isolasi untuk menghalau gajah sudah rusak, sehingga harus diperbaiki, tetapi prioritas saat ini, menggiring gajah liar kembali ke hutan,” jelasnya. Dia mengatakan berdasarkan pantauan ‘drone’ (pesawat mini remote control), gajah liar itu berjumlah sekitar 40 ekoi.

“Kami sudah dua hari dua malam berupaya menggiring gajah itu kembali ke hutan, tetapi belum seluruhnya berhasil,” katanya. Melihat kondisi itu, dia meminta warga agar tidak berkebun untuk sementara waktu, sampai seluruh gajah berhasil digiring ke hutan.

“Selama proses penggiringan ini, jika warga tetap melakukan aktivitas dan bertemu dengan gajah, maka bisa berakibat fatal,” katanya. Dia menegaskan seluruh petani di kawasan empat kampung itu dilarang untuk berkebun sampai kondisi kembali aman.

Sementara itu, puncak konflik gajah dengan manusia sempat terjadi pada 6 Agustus 2014, dimana seorang warga Kampung Rata Ara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah tewas diinjak gajah. Warga trans lokal (Translok) di kawasan Jalung I, Pintu Rime Gayo meninggal di lokasi kejadian sekira pukul 16.15 WIB dan sepeda motor yang dikendarai korban rusak.

Kobrna yang bernama Firman, diserang gajah saat hendak pulang ke rumahnya di kawasan translok Jalung I menggunakan sepeda motor. Namun di tengah perjalanan, sekitar 600 meter dari ruas jalan Bireuen-Takengon, korban berpapasan dengan kawanan gajah yang sedang berada di jalan menuju kawasan translok Jalung.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, kawanan gajah liar berkeliaran di dekat pemukiman warga di beberapa kampung di Kecamatan Pintu Rime Gayo. Bukan hanya menyebabkan rusaknya tanaman di areal perkebunan warga, namun sempat menyasar beberapa warga, bahkan beberapa diantaranya meninggal dunia karena diserang gajah.

Kawanan gajah liar tersebut, bukan hanya menyerang beberapa kampung di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, tetapi juga beberapa kampung di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Gerombolan hewan bertubuh besar ini, sudah meresahkan. Akibatnya banyak warga yang tidak bisa menjalankan aktivitas menggarap lahan perkebunan maupun pertanian.(c51) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id