Putra Rusli Bintang Terpilih Jadi Ketua Kadin Lampung, Ini Langkah Awal Pemuda Asal Aceh Besar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Putra Rusli Bintang Terpilih Jadi Ketua Kadin Lampung, Ini Langkah Awal Pemuda Asal Aceh Besar

Putra Rusli Bintang Terpilih Jadi Ketua Kadin Lampung, Ini Langkah Awal Pemuda Asal Aceh Besar
Foto Putra Rusli Bintang Terpilih Jadi Ketua Kadin Lampung, Ini Langkah Awal Pemuda Asal Aceh Besar

URI.co.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Lampung, memilih ketua umumnya yang seorang putra Aceh.

Ia adalah Dr Muhammad Kadafi SH MH yang berasal dari Aceh Besar.

Muhammad Kadafi terpilih melalui Musyawarah Provinsi (Muprov) ke-VI Kadin Provinsi Lampung untuk masa bakti 2017-2022 yang digelar di Ballroom, Hotel Novotel, Rabu (20/9/2017).

Rektor Universitas Malahayati, Bandar Lampung, ini putra Rusli Bintang, pendiri empat perguruan tinggi di Indonesia, yaitu Universitas Abulyatama (Aceh), Universitas Malahayati (Lampung), Universitas Batam (Uniba, dan Institut Kesehatan Indonesia (Jakarta).

Baca: Kadin Abdya Ajak Para Sarjana Pulang Kampung, Kenapa?

Setelah terpilih menjadi ketua, Kadafi mengatakan kepada media ini, Minggu (23/9/2017), langkah awal akan melakukan koordinasi internal.

Ia berencana meningkatkan peran Kadin Lampung dalam hubungan kemitraan dengan pemangku kepentingan, dalam meningkatkan daya saing Lampung.

Kekuatan internal menjadi poin penting bagi Kadafi.

Ia juga akan merancang program yang mengarah ke bisnis modern dan masa depan.

“Agar kokoh dalam kancah bisnis, sudah seharusnya kita peka dengan perkembangan zaman. Sekarang ini eranya digital. Eranya pebisnis generasi milenial,” katanya.

Baca: Menristek Tinjau Universitas Malahayati

Seperti apa pebisnis milenial? Milenial (juga dikenal sebagai Generasi Y) adalah kelompok demografi setelah Generasi X (Gen-X).

Karakteristik milenial umumnya ditandai oleh peningkatan penggunaan dan keakraban dengan komunikasi, media, dan teknologi digital.

Selain itu, dalam analisis Kadafi, pada 2020 – 2030 ialah masa keemasan untuk Indonesia.

Sebab, adanya bonus demografi sekitar 67 sampai 70 persennya adalah generasi muda produktif.

Peluang besar untuk Indonesia, kata Kadafi, termasuk Lampung untuk mempersiapkan generasi muda dengan usianya yang masih produktif mampu bersaing.

“Inilah yang menjadi rencana program kerja terdekat Kadin pengurus baru yang akan segera dilakukan,” ujarnya.

Nah, gerbong generasi milenial inilah yang akan ditarik oleh Kadafi dalam lokomotif bernama Kadin Provinsi Lampung.

Baca: Putra Rusli Bintang Raih Gelar Doktor

Muhammad Kadafi foto bersama setelah terpilih menjadi Ketua Umum Kadin Provinsi Lampung masa bakti 2017-2022 melalui Musyawarah Provinsi (Muprov) ke-VI yang digelar di Ballroom, Hotel Novotel, Rabu (20/9/2017).

Muhammad Kadafi foto bersama setelah terpilih menjadi Ketua Umum Kadin Provinsi Lampung masa bakti 2017-2022 melalui Musyawarah Provinsi (Muprov) ke-VI yang digelar di Ballroom, Hotel Novotel, Rabu (20/9/2017). (IST)

Mereka berada dalam rel yang fokus memajukan bisnis dengan alur yang akrab dengan generasi milenial.

“Artinya, kita harus selalu mengikuti perkembangan zaman, dan membaca tanda-tanda perubahannya, hingga kemudian mampu membuat planning bisnis yang tepat dengan pasar yang pas,” katanya.

Bahwa di Provinsi Lampung telah ada sejumlah kantong bisnis yang konservatif, Kadafi mengakuinya.

Ia menjelaskan, tentu para pebisnis yang sudah maju itu juga perlu mengedepankan pengetahuan digital di era sekarang ini.

“Saya yakin bisnisnya akan melaju lebih cepat lagi,” katanya.

Baca: BPJS Ketenagakerjaan dan Kadin Teken MoU

Kadafi tak menafikan, bahwa programnya itu tentu harus mendapat dukungan seluruh pengurus dan anggota Kadin, juga dari pemerintah setempat.

Gubernur Lampung, M Ridho Ficardo menyambut baik program Ketua Kadin Kadafi.

“Memang harus ada sinergi antara Pemda dan pelaku dunia usaha. 20 – 30% pemerintah sedangkan sisanya adalah masyarakat dan dunia usaha,” katanya.

Adapun Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Keanggotaan dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia, Anindya N Bakrie, menjelaskan pertumbuhan ekonomi Lampung di tahun 2016 mencapai 5,51%.

Menurutnya hal itu merupakan sebuah kebanggaan dan peluang bagi pelaku usaha.

 “Masukan bagi Kadin dan Pemda, yaitu meningkatkam kenyamanan untuk melakukan bisnis. Semua ini hanya bisa jalan bila dipermudah. Maka dari itu, peran Kadin sangat besar, sebagai fasilitator baik dari izin, data, dan aspirasi dari usaha yang ada,”ungkapnya.

Sebab memang mendapat dukungan dari berbagai kalangan, maka Kadafi pun optimis dengan dunia usaha di Lampung.

Bahkan, ia memiliki dukungan modal tambahan untuk menjalankan programnya itu.

Misalnya, ia adalah seorang rektor di Universitas Malahayati.

Baca: Wow! Mahakarya Rusli Bintang

Ia memiliki kekuatan akademis yang akan mampu melahirkan kajian-kajian akademik sehingga program-program Kadin Lampung bisa lebih realistis dan tepat sasaran.

Soal bisnis, mantan Ketua Umum HIPMI Provinsi Lampung ini juga berpengalaman.

Di tangannyalah, Universitas Malahayati menjadi kampus ternama dan maju di Batam.

Selain itu, ia juga yang membuat Rumah Sakit Pertamina-Bintang Amin-Lampung menjadi salah satu rumah sakit rujukan di Lampung.

Selain itu, Kadafi juga akrab dengan organisasi keagamaan.

Ia adalah Dewan Pakar MUI Lampung, dan juga salah satu pimpinan di Pengurus Besar Nadhlatul Ulama.

Sebab itu, ia juga memiliki jiwa sosial, sehingga rajin keluar masuk kampung untuk menyantuni anak-anak yatim. (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id