Penembak Posko Abusyik Kabur dari Rutan Sigli | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Penembak Posko Abusyik Kabur dari Rutan Sigli

Penembak Posko Abusyik Kabur dari Rutan Sigli
Foto Penembak Posko Abusyik Kabur dari Rutan Sigli

SIGLI – Ismail Ramli (35) pelaku penembak posko calon bupati (cabup) Pidie, Roni Ahmad alias Abusyik kabur dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Benteng Sigli, Jumat (22/9) sekira pukul 04.00 WIB, dinihari.

Ismail sebagai napi Rutan Sigli tercatat warga Gampong Dayah Keurako, Kecamatan Indrajaya, Pidie telah divonis sembilan tahun penjara oleh PN Sigli. Ismail divonis dalam dua perkara, yaitu dua tahun penjara untuk perkara penembakan posko Abusyik dan tujuh tahun penjara dalam perkara narkoba jenis sabu.

Informasi dari sumber Rutan Sigli menyebutkan, napi bernama Ismail Ramli kabur dari kamar 16 dengan merusak jeruji besi pengaman di dalam kamar mandi. Kemudian napi tersebut kabur melalui atap hingga menuju pintu depan rutan.

Sipir Rutan Sigli sempat mengejar, tapi tidak berhasil. Di pintu depan Rutan Sigli, napi telah ditunggu rekannya menggunakan sepmor. Napi bersama rekannya memacu kendaraan melalui jalan Gampong Benteng menuju Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli.

Kepala Rutan Kelas IIB Sigli, Baharuddin SH kepada Serambi, Jumat (22/9) mengatakan, napi bernama Ismail Ramli tersandung dua perkara. Pertama, terlibat penembakan Posko Abusyik di Gampong Ulee Cot, Kemukiman Seupeng, Kecamatan Peukan Baro. Dalam kasus ini Ismail divonis bersama rekannya masing-masing dua tahun penjara. Namun, dalam penangkapan Ismail, polisi menemukan sabu sehingga yang bersangkutan dijerat undang-undang narkotika.

“Belum selesai menjalani vonis perkara penembakan posko Abusyik, napi bernama Ismail harus menjalani sidang di PN Sigli dalam perkara narkoba,” kata Baharuddin.

Lanjutnya, selama menjalani sidang di PN Sigli, Ismail ditahan di sel Mapolres Pidie. Majelis hakim PN Sigli menjatuhi hukuman tujuh tahun penjara dalam perkara sabu. Usai divonis majelis hakim, Ismail ditempatkan di kamar 16. Menurutnya, Ismail sudah pernah ditahan di kamar isolasi Rutan Sigli tapi Ismail dipukul warga rutan.

“Kita tidak mengetahui penyebab Ismail dipukul penghuni rutan. Tingkah Ismail tidak disukai warga rutan,” ujarnya.

Baharuddin mengatakan, rencananya pihak Rutan Sigli akan merembuk dengan PN dan Kejaksaan Sigli untuk memindahkan Ismail ke rutan lain. Namun, Ismail telah duluan kabur dari rutan.

“Sipir kita mengetahui saat Ismail berada di atas atap sehingga sipir berusaha mengejarnya tapi tidak berhasil. Di depan pintu rutan, Ismail telah ditunggu rekannya menggunakan sepmor yang langsung tancap gas. Kasus itu telah kami laporkan kepada polisi,” pungkas Baharuddin. (naz/c43) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id