523 Calon Jamaah Umrah Jadi Korban | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

523 Calon Jamaah Umrah Jadi Korban

  • Reporter:
  • Sabtu, September 23, 2017
523 Calon Jamaah Umrah Jadi Korban
Foto 523 Calon Jamaah Umrah Jadi Korban

* DPR RI Jaring Aspirasi untuk Susun Regulasi Baru

BANDA ACEH – Calon jamaah umrah di Aceh yang jadi korban dugaan penipuan salah satu travel karena hingga kini belum diberangkatkan ternyata mencapai 523 orang. Kasus mereka sudah dilapor dan sedang ditangani Polres Pidie, Polres Aceh Barat, Polres Abdya, dan Polda Aceh.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Dr H Noor Achmad MA menyampaikan hal ini kepada wartawan seusai pertemuan dengan jajaran Pemerintah Aceh, Polda Aceh, Kakanwil Kemenag Aceh, pihak travel umrah, dan berbagai elemen masyarakat di Aula Kanwil Kemenag Aceh, Banda Aceh, Jumat (22/9). Menurut H Noor, data ini sesuai laporan pihak Polda Aceh.

“Kita minta Polda Aceh dan jajarannya mengusut sampai tuntas, tidak hanya dari sisi penindakan hukum pidana, tetapi juga perdata, yaitu ongkos umrah calon jamaah yang sudah diterima perusahaan travel, tapi calon jamaah yang bersangkutan belum diberangkatkan, maka harus dikembalikan,” kata Noor Achmad.

Nooor Achmad mengatakan kedatangan mereka ikut pertemuan itu untuk menjaring aspirasi terkait akan adanya penyusunan regulasi baru tentang pelayanan haji, haji khusus, dan umrah, apalagi saat ini sedang heboh-hebohnya penipuan terhadap jamaah umrah, sehingga butuh regulasi baru agar persoalan seperti itu tak terulang lagi.

Terkait jumlah korban umrah di Aceh, kemarin di akhir pertemuan itu juga diperjelas oleh seorang perwira Polda Aceh kepada Komisi VIII DPR RI dalam pertemuan tersebut bahwa pengaduan kasus di Polres Pidie, 20 Februari 2017, Polres Aceh Barat, 14 Maret 2017, Polres Abdya, 18 Mei 2017, dan di Polda Aceh, 20 Juni 2017.

Menurutnya, modus penipuan oleh salah satu travel yang berkantor pusat di Medan dan membuka cabang di empat daerah tersebut hampir sama seperti di Pulau Jawa oleh travel lainnya, yakni mereka menawarkan ongkos lebih murah atau hanya sekitar Rp 16 juta-17 juta/orang, tapi keberangkatannya hingga kini belum mereka tepati. “Karena sudah terlalu lama dan ada yang sudah lebih dari setahun tidak diberangkatkan, maka calon jamaah melaporkan ke Polres setempat,” kata perwira polisi itu. (her) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id