PBM MIN Kuta Blang Terhenti | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

PBM MIN Kuta Blang Terhenti

PBM MIN Kuta Blang Terhenti
Foto PBM MIN Kuta Blang Terhenti

* 795 Murid tak Bisa Bersekolah
* Ekses Kebakaran

LHOKSEUMAWE – Ekses kebakaran pada Rabu (20/9) sore, yang menghanguskan sejumlah ruang kelas dan perpustakaan mengakibatkan proses belajar mengajar (PBM) di Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN) Kuta Blang Lhokseumawe, Jumat (22/9), terhenti total. Ketiadaan ruang kelas memaksa 795 murid MIN tersebut tidak bisa bersekolah.

Diberitakan sebelumnya, MIN Kuta Blang Lhokseumawe, Rabu (20/9) jelang magrib terbakar. Sehingga sejumlah ruang, buku pelajaran dan dukumen penting ikut terbakar.

Kepala MIN Kuta Blang Lhokseumawe, Husni Kasem menjelaskan, sebenarnya pada Jumat (22/9) pagi, para murid tetap datang ke sekolah seperti biasa. Karena sebelumnya pihak sekolah telah mewacanakan proses belajar mengajar tetap jalan, meski jadwalnya yang berubah sesuai dengan ruang kelas yang tersedia.

Namun, setelah pertimbangan yang cukup mendalam, pihak sekolah akhirnya menghentikan PBM dan meminta seluruh murid pulang untuk belajar di rumah saja. “Alasan kita suruh murid pulang, karena kondisi ruang-ruang yang terbakar tidak kokoh lagi, terutama bagian atap. Sehingga kita takutkan nantinya bisa ambruk tiba-tiba, yang tentunya sangat berisiko bagi murid,” jelasnya kepada Serambi, kemarin.

Husni menerangkan, para murid akan bersekolah kembali pada Senin (25/9), tapi lokasinya bukan di MIN Kuta Blang, melainkan pindah ke SD Negeri 11 Banda Sakti. Pemindahan lokasi belajar ini disepakati dalam pertemuan antar Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad dengan pihak Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Lhokseumawe di sekolah tersebut, kemarin. Hadir dalam pertemuan itu, Sekdako Lhokseumawe Bukhari AKS, Asisten III Setdako Miswar, dan sejumlah anggota DPRK Lhokseumawe.

Atas kesepakatan tersebut, Kepala MIN Kuta Blang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Wawalko Yusuf Muhammad, yang merespon cepat tentang kondisi ini. “Mulai Senin ini, aktivitas belajar mengajar akan berlangsung pada siang hari, karena murid SD Negeri 11 Banda sakti bersekolah pada pagi hari,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad menyatakan, murid MIN Kuta Blang akan bersekolah di SD Negeri 11 Banda sakti sampai gedung yang terbakar tersebut selesai dibangun kembali. Pada tahap awal, ucap Yusuf Muhammad, pihaknya telah meminta kepala sekolah untuk segera mengajukan permohonan bantuan buku pelajaran kepada Pemko Lhokseumawe. “Sedangkan terkait pembangunan kembali gedung MIN Kuta Blang, kita akan terus berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Lhokseumawe,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, MIN Kuta Blang Lhokseumawe, Rabu (20/9) jelang Magrib, terbakar. Sehingga sejumlah ruang, buku pelajaran, dan dokumen penting, ikut hangus dilalap ‘si jago merah’.

Dewan Sorot Instalasi Listrik
Sekretaris Komisi C DPRK Lhokseumawe, Ardiansyah SE, menyebutkan, kebakaran akibat konsleting listrik seperti yang menimpa MIN Kuta Blang sudah sering terjadi. Karenanya, dia meminta pihak PLN untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahayanya konsleting listrik yang umumnya dipicu pemasangan instalasi yang kurang standar.

Dewan juga meminta PLN untuk melakukan pengawasan ke gedung-gedung yang sudah tua, di mana umumnya instalasi listriknya bermasalah. “Bila instalasi jaringan listrik tak layak lagi, bisa mengeluarkan rekomendasi agar segera diganti,” urainya. “Hal ini sangat penting agar seluruh pihak bisa terus waspada,” demikian Ardiansyah.(bah) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id