Pihak Doorsmeer Harusnya Antisipasi Pencurian Mobil | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pihak Doorsmeer Harusnya Antisipasi Pencurian Mobil

Foto Pihak Doorsmeer Harusnya Antisipasi Pencurian Mobil

Kasus pencurian mobil yang sedang dicuci di doorsmeer kembali terjadi di Banda Aceh. Setelah awal Maret lalu sebuah mobil Honda CRV diambil oleh orang yang bukan pemiliknya di Doorsmeer Rakan Droe kawasan Cot Masjid, Luengbata, kali ini Sabtu, 26 Maret 2016, mobil sejenis hilang dari Surya Doorsmeer di kawasan Jalan Pocut Baren, Banda Aceh.

Pihak kepolisian melalui jaringan media sosial menyebutkan, telah dibawa lari mobil Honda CRV tahun 2008 warna hitam BL 997 TM di doorsmeer Pocut Baren, Kecamatan Kuta Alam, Sabtu (26/3). Mobil tersebut velgnta palang lima, warna crome.

Kronologisnya, mobil dimasukkan ke doorsmeer oleh pemiliknya sekitar pukul 09.00 WIB dan diperkirakan diambil oleh orang yang bukan pemilik pukul 11.00 WIB.

Ketahuan mobil tersebut telah dicuri sekitar pukul 15.00 WIB saat pemilik yang sebenarnya datang untuk mengambil. Hinggga kemarin sore mobil mewah yang hilang itu belum juga ditemukan, seperti halnya nasib mobil CRV yang dilarikan dari doorsmeer di Luengbata awal Maret lalu.

Jauh sebelum ini pun peristiwa serupa pernah terjadi di Meulaboh, Aceh Barat. Hilangnya mobil-mobil dari tempatnya dicuci ini tentu saja membuat galau banyak orang. Khususnya para pemilik kendaraan dan pengusaha doorsmeer atau car wash.

Dulu rasanya aman-aman saja orang menitip kendaraannya untuk dicuci di doorsmeer tanpa perlu secarik kertas atau selembar kartu pun sebagai tanda terima barang. Semuanya berjalan secara alamiah atas dasar saling percaya. Setelah mobil dititip bersama kuncinya, si pemilik bebas pergi. Tiga atau empat jam kemudian dia kembali untuk mengambil mobil yang sudah dicuci bersih. Tinggal bayar sekitar Rp 50.000, mobil yang sudah dicuci langsung bisa dibawa pulang. Sekali lagi, tanpa secarik tanda terima apa pun.

Diam-diam ternyata cara berbisnis seperti ini menyimpan kerawanan. Buktinya, ada pihak yang memanfaatkan kelemahan sistem ini untuk mengeruk keuntungan pribadi. Hanya dengan modal Rp 50.000 plus kenekatan untuk mengaku atau berpura-pura sebagai pemilik, maka mobil langsung bisa beralih ke tangannya. Simpel dan ironis sekali.

Hilangnya tiga mobil mewah di tiga doorsmeer terpisah, tapi dengan modus yang sama tersebut, seharusnya sudah lebih dari cukup bagi semua kita sebagai iktibar untuk segera mengakhiri kisah pilu yang bikin geram ini.

Maka ke depan, setiap pengelola doorsmeer di Aceh harus segera membenahi manajemen serah terima mobil dari pemilik ke pihaknya dan dari dia kembali lagi ke pemilik yang sah setelah dicuci. Untuk itu, pengelola doorsmeer harus menetapkan standar pengamanan untuk setiap mobil, termasuk sepeda.motor yang hendak dia cuci. Dia mestilah membuat tanda bukti penyerahan kendaaraan yang nantinya harus dibawa oleh pemilik atau pengemudi mobil saat mengambil kendaraannya setelah selesai dicuci. Tanpa membawa kartu tanda terima penitipan mobil untuk dicuci tersebut, maka pengambilan mobil tidak akan dilayani.

Cara ini kita yakin akan mengurangi kasus-kasus pencurian mobil. Apalagi jika semua doorsmeer wajib memasang CCTV, sehingga kalaupun ada pencuri yang berhasil melarikan mobil dari doorsmeer, paling tidak wajahnya sudah sempat terekam di CCTV.

Selain itu, pengusaha doosmeer perlu pula merangkul pihak asuransi agar kerusakan kendaraan atau lecet saat didoorsmeer ataupun hilang karena dilarikan orang, maka pihak asuransilah yang menanggung kerugiannya.

Pemilik pastilah lebih suka mencucikan kendaraannya di doorsmeer atau car wash yang dilindungi asuransi. Mudah-mudahan tiga jurus ini bisa menjadi solusi efektif untuk menekan atau bahkan meniadakan kasus-kasus pencurian mobil dan sepeda motor dari tempat-tempat usaha doorsmeer di Aceh. Semoga membuahkan hasil. (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id