Tertibkan Usaha Illegal Berisiko | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tertibkan Usaha Illegal Berisiko

Tertibkan Usaha Illegal Berisiko
Foto Tertibkan Usaha Illegal Berisiko

Pemerintah Kota Banda Aceh memastikan penyimpanan bahan bakan minyak (BBM) di satu rumah kawasan Ateuk Jawo, Banda Aceh, tidak memiliki izin. Rumah yang disewa dan kemudian dijadikan “gudang” BBM itu, pada 13 September 2017 siang terbakar dan memanikkan warga kawasan Jalan Sawah, Gampong Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

Pejabat Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Pemko Banda Aceh menyatakan tidak pernah memberikan izin untuk operasional. “Sepanjang tahun 2015, 2016, dan 2017 rumah penyimpanan BBM itu tidak terdata pada kami,” kata sang pejabat.

Aturannnya, usaha penyimpanan BBM dan semacamnya wajib ada izin. Pertama, si pemilik harus mengajukan penerbitan HO atau surat izin gangguan (IG) yang ditujukan pada Kepala Dinas DPM-PTSP. Usaha yang berada di permukiman warga, harus mendapat persetujuan dari camat setempat. Lalu, mengetahui keuchik serta para tetangga di sebelah utara, selatan, timur dan tetangga yang berada di sebelah barat. Tanpa persetujuan pihak-pihak tersebut, DPM-PTSP tidak boleh menerbitkan surat izin gangguan bagi usaha dimaksud.

Sebelumnya Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH menyebutkan pihaknya akan menelusuri izin operasional rumah sewa yang dijadikan tempat penyimpanan BBM tersebut. Hal itu dikarenakan rumah sewa lokasi penyimpanan BBM itu berada di permukiman warga.

Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian terkait dengan usaha-usaha berisiko menimbulkan kecelakaan atau gangguan. Pertama, adanya kesadaran si calon pemilik usaha untuk memilih tempat yang yang cocok untuk usahanya tanpa menimbulkan gangguan bagi pihak lain di sekitarnya. Kedua, aparat gampong juga wajib mempertanyakan perizinan setiap unit usaha apapun yang berada di lingkungan gampong atau desanya.

Ketiga, dengan terbakarnya “gudang” BBM illegal di Ateuk Jawo itu, Pemerintah Kota Banda Aceh wajib memulai penertiban secara serius tentang tempat-tempat usaha yang tak layak berada di lingkungan pemukiman penduduk. Tempat-tempat usaha yang tak layak berada di lingkungan permukiman penduduk antara lain, tempat penyimpanan/penjualan BBM, gas, zat-zat kimia berbahaya, usaha-usaha yang menimbulkan pencemaran seperti berbau, berasap, berdebu, menimbulkan kebisingan, dan lain-lain.

Di Banda Aceh saat ini, banyak tempat usaha berisiko tinggi berada di lingkungan pemukiman penduduk. Oleh sebab itu, perlu ditertibkan agar semuanya nyaman. Si pengusaha nyaman mengembangkan usahanya, masyarakat di sekitar juga tidak terancam oleh kebakaran atau pencemaran.

Penertiban ini juga bisa bermakna sebagai sosialisasi tentang persyaratan-persyaratan untuk mendapat izin suatu usaha. Sebab, banyak juga pemilik usaha yang tidak tahu bahwa usahanya harus memiliki izin. Paling banyak tentu yang main “kucing-kucingan” atau menghindari kutipan pajak dan retribusi.

Sekali lagi, demi mengurangi berbagai risiko, sekecil apapun usaha hendaknya berizin! (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id