Pusat Stop DAK Simeulue | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pusat Stop DAK Simeulue

Pusat Stop DAK Simeulue
Foto Pusat Stop DAK Simeulue

* Akibat Daya Serap Anggaran tak Sampai 75 Persen

SINABANG – Pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan tidak lagi mencairkan atau mentransfer Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Simeulue tahap II lantaran dana transfer DAK tahap I tak mampu diserap hingga 75 persen pada batas yang waktu yang ditentukan, yakni per 31 Agustus 2017. DAK Simeulue untuk bidang air minum tersebut nilainya mencapai Rp 4,9 miliar.

Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan dan Infrastruktur Sekdakab Simeulue, Novikar Setiadi MSi, yang ditanyai Serambi, Jumat (22/9) mengatakan terdapat tiga paket kegiatan yang terpaksa dihentikan karena anggaran tahap II tidak lagi ditransfer dari pusat. Seharusnya, daerah masih mendapat Rp 3,42 miliar transfer tahap II dari DAK 2017 pada bidang air minum.

“Tidak mampu dikejar penyerapannya. Seharusnya DAK per 31 Agustus 2017 sudah harus terserap 75 persen untuk kegiatan air minum ini. Karena tidak terserap 75 persen secara otomatis dana transfer tahap II tidak dikirim lagi dari pusat,” ujar Novikar menjawab Serambi di Sinabang kemarin.

Sebelum batas waktu yang ditentukan itu, lanjut Novikar, pihaknya sudah menyampaikan pada bidang terkait untuk segera dipacu penyerapan anggaran tersebut. Namun demikian, upaya tersebut belum berhasil dan anggaran DAK pun tidak lagi ditransfer dari pusat untuk tahap dua.

“Kalau transfer tahap I bidang air minum itu nilainya sebanyak Rp 1,48 miliar,” ujarnya. Adapun tiga paket kegiatan yang batal dilanjutkan itu, masing-masing paket kegiatan pengadaan dan pemasangan pipa distribusi, sambungan rumah (SR) di Desa Sinar Bahagia, Simeulue Barat, dengan nilai anggarannya Rp 1,1 miliar. Kemudian, dua kegiatan yang sama di Kecamatan Teupah Barat.

“Paket itu sendiri mulai dilelang pada 14 Juni lalu, tapi belum ada pemenangnya. Hanya satu kegiatan yang selamat di Kuta Batu, Simeulue Timur, dari DAK bidang air minum,” katanya.

Proses Lelang Panjang
KEPALA Bagian Pembangunan dan Infrastruktur Sekdakab Simeulue Novikar Setiadi menambahkan penyebab rendahnya penyerapan anggaran DAK bidang air minum tersebut, sehingga dihentikannya transfer tahap II dari pusat diduga karena proses tahapan lelang yang terlalu panjang dalam penentuan pemenang.

“Kalau kegiatan air minum ini tepat waktu prosesnya, kita tidak sampai dihentikan transfer anggaran dari pusat. Bayangkan lelang itu sudah dibuka dari 14 Juni tapi belum ada pemenangnya, akibatnya tiga paket kegiatan gagal,” jelas Novikar Setiadi.(sm) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id