Menperin Janji Bantu Industri Ikan di Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Menperin Janji Bantu Industri Ikan di Aceh

Foto Menperin Janji Bantu Industri Ikan di Aceh

* Soal Cold Storage akan Dikoordinasi dengan Pemprov

BANDA ACEH – Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Saleh Husin berjanji membantu atau akan mendorong pembangunan industri pengolahan serta pengalengan ikan di Aceh. Tujuannya agar ikan-ikan para nelayan yang tertampung di cold storage (ruang pendingin ikan) di kawasan industri Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS), Lampulo, Banda Aceh dapat diolah sebelum dikirim ke luar daerah.

Saleh Husin menyampaikan hal ini saat menjawab wartawan di sela-sela mengunjungi cold storage bersama Dirjen Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian RI, Euis Saedah dan rombongan, Minggu (27/3). Dalam kunjungan itu juga dihadiri Asisten I Setda Aceh, Muzakkar A Gani dan Kadis Perindag Aceh, Arifin Hamid.

“Salah satu sumber ikan di Aceh ini cukup lumayan, tentu dengan kehadiran cold storage yang representatif ini dapat menampung ikan-ikan para nelayan di Aceh. Selama ini bahan bakunya dibawa ke Medan dan diproses pengalengan di sana, setelah itu dijual kemana-mana. Tidak hanya ke Medan tapi juga bahan bakunya dikirim ke pulau jawa,” kata Saleh Husin.

Menurutnya, apabila ke depan pengolahan ikan dilakukan di Aceh, maka hal tersebut akan memberi nilai tambah ke daerah itu sendiri, dan menyerap tenaga kerja yang jauh lebih besar.

Pada kesempatan itu, Saleh juga menyampaikan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh dan Kadis Perindag setempat untuk menyuplai air bersih ke cold storage yang diresmikan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla pada peringatan Hari Nusantara di PPS Lampulo Baru, Banda Aceh, Minggu (13/12).

Hal itu disampaikannya menanggapi keluhan Direktur Pemasaran PT Aceh Jaya Lampulo Bahari, Abubakar saat meninjau cold storage.

Abubakar mengatakan untuk mencukupi kebutuhan air, pihaknya menggunakan air sumur bor yang harus disaring lagi agar air yang digunakan untuk industri tersebut benar-benar steril. “Apabila air yang kita gunakan tidak bagus, maka ikannya juga tidak akan bagus saat kita kirim ke luar daerah maupun ekspor sehingga akan diklaim di negara orang nantinya,” ungkapnya.

Lanjut Abubakar, pihaknya sudah berulang kali menyampaikan ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat, namun hingga kini air bersih tersebut juga belum ada. Ia berharap PDAM membuat satu pipa induk khusus untuk industri-industri dan tidak digabung dengan masyarakat.

Selain melihat cold storage, Menperin RI juga membuka rapat koordinasi nasional (rakornas) penyusunan program penumbuhan dan pengembangan industri kecil menengah, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, 27-30 Maret 2016 yang diikuti Disperindag seluruh Indonesia yang diadakan oleh Ditjen Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian RI bekerja sama dengan Disperindag Aceh.

Asisten I Setda Aceh, Muzakkar A Gani mengatakan persoalan tak tersuplainya air bersih ke cold storage, pihaknya akan kerja sama dengan pihak PDAM untuk melihat penyebab tidak tersuplainya air ke kawasan PPS tersebut. “Waktu peresmian air cukup lancar, mungkin ada kendala-kendala teknis di PDAM maka coba kita lakukan kerja sama dengan mereka,” ujarnya.

Sementara Kadis Perindag Aceh, Arifin Hamid menambahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi masalah ini. Sedangkan terkait pengolahan dan pengalengan ikan di Aceh, keduanya mengaku akan melakukan kerja sama dengan para investor agar hal itu dapat dilakukan di Aceh. “Dengan adanya dukungan beliau (menteri perindustrian-red), maka akan kita kembangkan,” kata Muzakkar. (una) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id