DPRA Godok Tambahan Penjelasan Materi Gugatan UU Pemilu | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

DPRA Godok Tambahan Penjelasan Materi Gugatan UU Pemilu

DPRA Godok Tambahan Penjelasan Materi Gugatan UU Pemilu
Foto DPRA Godok Tambahan Penjelasan Materi Gugatan UU Pemilu

URI.co.id, BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) optimis elaborasi materi gugatan terkait legal standing lembaga DPRA sebagai lembaga negara akan dipenuhi sesuai dengan nasehat majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Penguatan poin pada materi terus digodok oleh kuasa hukum DPRA. Penambahan penjelasan ini pada materi gugatan terhadap UU Pemilu paling lambat akan diterima oleh majelis hakim MK pada 2 Oktober 2017 pukul 10.00 WIB.

“Insya Allah tim kuasa hukum terus bekerja merampungkannya sebelum tenggat waktu tersebut,” kata Ketua Fraksi PA di DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky kepada Serambi kemarin.

Terkait kapan sidang lanjutan akan digelar, Iskandar mengaku belum mengetahui.

Tetapi seperti di sidang perdana, kehadiran tokoh dan pemuda Aceh di Jakarta sangat diharapkan untuk memberikan dukungan atas upaya penyelamatan UUPA.

(Baca: Ketua DPR Aceh Hadiri Sidang Gugatan UU Pemilu, Ini Agendanya)

“Terima kasih juga kepada Bang Sofyan Djalil, Bang Fery Mulsyidan Baldan, Bang Farhan Hamid, dan Bang T Nasrullah SH,” kata Iskandar.

“Mereka merupakan tokoh yang terlibat dalam proses MoU serta UUPA. Pikiran dan dukungan sebagaimana hasil Menteng Meting yang telah kami laksanakan sebelum sidang perdana akan menuai hasil yang memuaskan. Mereka akan siap membantu termasuk menjembantani komunikasi dengan tokoh penting lainnya di Jakarta,” tambah Iskandar.

(Baca: Dianggap Memangkas Kekhususan Aceh, Banleg DPR Aceh Protes Pengesahan RUU Pemilu)

Pihaknya juga meminta kesediaan para tokoh ini untuk menjadi saksi dan sejumlah pakar lainnya untuk menjadi saksi ahli seperti Hamid Awaluddin, Prof Yusril Ihza Mahendra, dan Prof Jimly Assidiqi.

“Ini merupakan agenda Aceh secara bersama menyelamatkan UUPA yang lahir dari rahim MoU sebagai konsensus politik antara RI dan GAM,” kata Iskandar.

(Baca: Forkab: Gugat UU Pemilu jangan Pakai Uang Rakyat)

Dalam kesempatan itu, anggota Tim Desk Gugatan DPRA ke MK ini turut mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya yang menyebut kehadiran senator Aceh, Ghazali Abbas Adan dan H Sudirman (Haji Uma), serta Anggota DPR RI, Nasir Djamil. “Yang hadir hanya Haji Uma. Tidak ada Ghazali Abbas dan Nasir Djamil,” pungkas Iskandar. (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id