BNN Boyong Tiga Tersangka ke Jakarta | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

BNN Boyong Tiga Tersangka ke Jakarta

BNN Boyong Tiga Tersangka ke Jakarta
Foto BNN Boyong Tiga Tersangka ke Jakarta

* Total Sabu 137,75 Kg, Ekstasi 42.500 Butir

LANGSA – Badan Narkotika Nasional (BNN), Kamis (21/9) memboyong tiga tersangka jaringan narkoba internasional Aceh-Malaysia bersama barang bukti (BB) sebanyak 137,75 kg sabu-sabu (sebelumnya tersebut 133 kg) dan 42.500 pil ekstasi diboyong ke Jakarta.

Sebelumnya tiga tersangka yang diciduk itu adalah Benu alias Awi (40), warga Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, M Saleh (37), warga Asahan, Sumatera Utara, dan M Husen (38), warga Jeunieb, Kabupaten Bireuen, pada 18 September 2017 sore di salah satu kafe di Peuntuet, Kota Lhokseumawe.

Kepala BNNK Langsa, AKBP Navry Yulenny MH, kepada Serambi kemarin mengatakan, tiga tersangka dan BB sabu-sabu serta pil ekstasi pagi sekitar pukul 08.00 WIB langsung dijemput tim khusus dari BNN Pusat untuk dibawa ke Gedung BNN Pusat di Jakarta.

Dari Kota Langsa pagi kemarin, anggota tim khusus BNN Pusat didampingi sejumlah petugas BNNK Langsa melalui perjalanan darat dan dengan mengendarai sejumlah mobil menuju Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Selanjutnya tersangka dan BB diterbangkan ke Jakarta.

“Awalnya memang telah direncanakan akan dilakukan konferensi pers di Kantor BNNK Langsa. Namun, rencana itu dibatalkan, Kepala BNN Pusat, Komjen Budi Waseso, memerintahkan untuk membawa semua tersangka dan BB ke Gedung BNN Pusat ke Jakarta,” ujarnya.

AKBP Navry menambahkan, setelah dilakukan penghitungan oleh petugas BNN jumlah total BB sabu-sabu yang disita dari tiga tersangka ini seberat 137.750 kg. Sedangkan pil ekstasi 42.500 butir yang terdiri atas pil ekstasi warna biru merek YL 41.188 butir, dan pil ekstasi berwarna pink merek hello kitty 1.312 butir.

“Direncanakan jika tidak ada perubahan, BNN Pusat langsung dipimpin Komjen Budi Waseso akan melakukan konferensi pers pada Selasa (26/9) mendatang di Gedung BNN Pusat,” imbuh AKBP Navry Yulenny.

Selain itu, timpal Kepala BNNK Langsa bahwa tim BNN juga masih terus melakukan pengembangan terkait kasus penangkapan terbesar dalam kurun sewaktu tahun 2017 di Aceh ini, untuk memburu pelaku-pelaku jaringan narkoba Aceh-Malaysia yang masih bebas berkeliaran di luar.

Sebelumnya diberitakan, penangkapan 133 kg sabu dan 42.500 pil ekstasi dari jaringan pengedar internasional di wilayah Aceh Timur oleh Tim BNN Pusat, BNNK Langsa, Bea Cukai Kanwil Aceh, dan Bea Cukai Lhokseumawe digambarkan sangat dramatis dan penuh risiko.

Gambaran itu disampaikan sumber Serambi yang terlibat dalam operasi penuh tantangan tersebut. “Tim BNN sudah melakukan pengintaian di laut sejak sepekan terakhir ini, karena diperoleh informasi akan masuk sabu-sabu dan pil ekstasi dengan jumlah besar ke Aceh melalui laut Aceh Timur,” ungkap sumber itu.

Dikarenakan ini operasi laut sangat rahasia, pihak BNN hanya melibatkan Bea Cukai, tanpa personel Polres mana pun.

Pada Senin (18/9) siang sekitar pukul 14.00 WIB, tim BNN melihat pergerakan satu unit boat kayu ukuran kecil bermesin dengan dua orang di dalamnya. Boat mencurigakan itu terlihat di perairan Kuala Geulumpang, sekitar Pelabuhan Kuala Idi, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Saat dilakukan pengejaran, kedua orang di dalam boat meloncat ke laut yang telah mencapai bibir pantai sekitar Pelabuhan Kuala Idi. Boat ditinggalkan begitu saja.

Secepatnya petugas menggeledah boat tersebut dan menemukan sabu-sabu dan pil ekstasi dalam jumlah besar, yaitu 133 kg sabu dan 42.5000 pil ekstasi.

Kedua tersangka diduga menggunakan boat kecil tersebut menjemput barang terlarang itu di tengah laut yang diantar oleh pelaku lain dari Malaysia. (zb) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id