Pengusaha Asal Tangerang Dibunuh di Aceh Utara | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pengusaha Asal Tangerang Dibunuh di Aceh Utara

Pengusaha Asal Tangerang Dibunuh di Aceh Utara
Foto Pengusaha Asal Tangerang Dibunuh di Aceh Utara

* Lebih Dulu Diculik

BIREUEN – Michel Reinaldo Mesak (37), pengusaha asal Kota Tangerang, Provinsi Banten, ditemukan sudah menjadi mayat di hutan belantara kawasan Buket Hagu, Cot Girek, Aceh Utara, Kamis (21/9) dini hari. Mayat korban yang tinggal kerangka ditemukan dalam keadaan tak lagi utuh di kawasan hutan, kemudian dievakuasi ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bireuen untuk di-visum et repertum.

Polisi sudah menemukan tersangka pelakunya, yakni Slamet, warga Bener Meriah yang merupakan teman Michel mengelola berkebun nilam di kawasan Bener Meriah. Ada indikasi, korban terlebih dulu diculik, disekap, lalu dihabisi.

Kerangka dan organ tubuh korban ditemukan terpisah di lima tempat berdekatan di hutan Buket Hagu, Aceh Utara. Namun, belum dapat dipastikan apakah karena korban mengalami mutilasi atau justru karena organ tubuhnya dimangsa dan dilarikan hewan liar yang menghuni hutan tersebut.

Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SE SH kepada Serambi kemarin mengatakan, korban berangkat ke Aceh minggu lalu untuk melihat kebun nilamnya di Bener Meriah. Setelah dua hari berangkat ke Aceh, pihak keluarga dan koleganya kehilangan kontak dengan Michel. Dua nomor handphone-nya tak lagi aktif. Istrinya, Mai Ling, kemudian berangkat ke Bireuen untuk mencari suaminya, karena terakhir suaminya mengaku menuju Bireuen.

Setiba di Bireuen, istrinya juga tak memperoleh kabar tentang keberadaan suaminya. Ia khawatir Michel diculik atau dibunuh. Sang istri kemudian membuat laporan resmi ke Polres Bireuen tentang kehilangan suaminya yang punya kebun nilam di Bener Meriah.

Berdasarkan laporan tersebut, Kapolres Bireuen membentuk tim lapangan untuk melakukan penyelidikan. Dalam laporannya, istri korban juga menyebutkan nama seseorang yang ia curigai berada terakhir kali dengan suaminya.

Kemarin malam secara kebetulan, orang yang dicurigai istri Michel itu sedang berada di Lhoksukon, Aceh Utara. Polres Bireuen lalu berkoordinasi dengan Polres Aceh Utara untuk melakukan penyelidikan.”Tanpa membuang waktu, tim pun bergerak ke sana dan mencari jejak pelaku. Akhirnya, orang yang dicurigai itu ditangkap di kawasan Terminal Bus Lhoksukon,” ujar Kapolres didampingi Wakapolres Bireuen, Kompol Carlie Syahputra Bustaman, Kasat Reskrim Iptu Riski Andrian, KBO Reskrim Apitu T Saiful Mahdisyah, dan sejumlah anggota lainnya.

Setelah diinterogasi, tersangka mengaku bahwa Michel sudah dia bunuh. Mayatnya dibuang di kawasan hutan Cot Girek, Aceh Utara.

Tim pun bergerak ke sana. Hasil koordinasi dengan tim di Aceh Utara dan Puskesmas Lhosukon, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan sudah tinggal kerangka di hutan Desa Hagu, Cot Girek.

Mayat korban langsung diambil dan dimasukkan dalam kantong jenazah, lalu dibawa pulang ke Bireuen untuk divisum. Jika diperlukan, juga akan dilakukan autopsi (bedah mayat).

Menjawab Serambi, bagaimana persisnya kasus pembunuhan itu terjadi, Kapolres mengaku belum mendapat informasi lengkap. Lagi pula kemarin, tersangka sedang diboyong dari Lhoksukon ke Bireuen. Lokasi penculikan dan pembunuhan pun sedang diselidiki tim Polres Bireuen.

Saat tiba di RSUD Bireuen, mayat korban dibungkus dengan plastik hitam, sudah berbelatung, dan tak lagi utuh. Di lokasi penemuan mayatnya, kepala, badan, dan kaki korban ditemukan terpisah. Kanit Identifikasi Polres Bireuen, Bripka Azrul Aswan, kepada Serambi di IGD RSUD Bireuen menambahkan bahwa kondisi mayat korban sudah tak lagi utuh dan tinggal kerangka.

Mai Ling, istri Michael, mengaku sulit menghubungi suaminya sejak 17 September lalu dan menerima telepon dari saudaranya, Albert, dari Bandung. Albert memberi tahu Mai Ling bahwa Slamet, warga Bener Meriah, ada menelepon dia dan mengaku sedang mencari suaminya (korban).

Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto mengatakan, pelapor (Mai Ling) kemudian menghubungi Slamet, namun Slamet memberitahukan bahwa Michael sudah tiga hari tak ada kabar dan belum kembali ke kebun nilamnya.

Istrinya kemudian menghubungi suaminya lagi, namun handphone Michel tak lagi aktif. Komunikasi terakhir antara istrinya dengan korban berlangsung 14 September 2017 pada saat Michel akan berangkat ke Bireuen, Aceh.

Kapolres menambahkan, karena Michel memberi tahu istrinya akan berangkat ke Bireuen, itu sebab sang istri melaporkan kehilangan suaminya itu ke Polres Bireuen.

Tim Satreskrim Polres Bireuen bergerak cepat melakukan penyelidikan, sehingga pada Rabu 20 September 2017 malam berhasil ditangkap seseorang yang kemudian mengaku telah membunuh Michael. Namun, apa motif pembunuhan itu belum diketahui. Polisi sedang berupaya mengorek keterangan dari tersangka. (yus) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id