Gudang BBM tak Berizin | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gudang BBM tak Berizin

Gudang BBM tak Berizin
Foto Gudang BBM tak Berizin

* Terkait Kebakaran di Ateuk Jawo

BANDA ACEH – Rumah sewa yang dijadikan tempat penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jalan Sawah, Gampong Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, yang terbakar, Rabu (13/9) siang, diduga ilegal.

Keberadaan ‘gudang’ berupa rumah sewa yang ‘disulap’ menjadi tempat penyimpanan BBM itu, ternyata tidak pernah mengantongi izin operasional dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Banda Aceh.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Pemko Banda Aceh, Triansyah Putra SE MM, menyebutkan dari database DPM-PTSP Kota Banda Aceh, kepada Serambi. “Sepanjang tahun 2015, 2016 dan 2017 rumah penyimpanan BBM itu tidak terdata sama kami. DPM-PTSP Kota Banda Aceh dalam tiga tahun tersebut tidak pernah menerbitkan izin untuk rumah sewa yang dijadikan tempat penyimpanan bahan bakar itu,” kata Triansyah.

Selain tidak berizin dan tidak terdata di database DPM-PTSP Kota Banda Aceh, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Tim HO atau IG (Izin Gangguan). Tim dimaksud sebut Triansyah juga mengaku belum pernah mensurvei atau turun ke sana, di lokasi rumah penyimpan BBM yang terbakar di Ateuk Jawo, tersebut.

Kalau pun ada permohonan izin dari pemilik rumah penyimpan BBM itu kemungkinan besar tidak direkom atau tidak dikeluarkan izinnya. Karena menurut Triansyah penerbitan sebuah izin itu melalui proses, seperti survei serta mempertimbangkan berbagai hal beserta dampak bila suatu izin itu dikeluarkan.

Sebelumnya Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH menyebutkan pihaknya akan menelusuri izin operasional rumah sewa yang dijadikan tempat penyimpanan BBM tersebut. Hal itu dikarenakan rumah sewa lokasi penyimpanan BBM itu berada di permukiman warga tepatnya di Jalan Sawah, Gampong Atuek Jawo, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

Triansyah juga menjelaskan, selain mengajukan penerbitan surat izin gangguan (IG) yang ditujukan pada Kepala Dinas DPM-PTSP, untuk usaha seperti gas elpiji dan BBM yang berada di permukiman warga, maka pemohon harus mendapat persetujuan dari camat setempat. Lalu, mengetahui keuchik serta para tetangga di sebelah utara, selatan, timur dan tetangga yang berada di sebelah barat.

“Surat HO atau IG itu harus mendapatkan persetujuan tetangga di sebelah kiri dan kanan serta tetangga di bagian muka dan belakang dari tempat usaha gas elpiji atau BBM yang akan dibuka di sana,” sebutnya.

Dijelaskan, tanpa persetujuan pihak-pihak yang disebutkan itu, DPM-PTSP Kota Banda Aceh tidak akan menerbitkan surat izin gangguan bagi usaha tersebut. “Berkaitan rumah sewa yang dijadikan tempat penyimpanan BBM di Ateuk Jawo yang terbakar beberapa hari lalu jelas tidak terdata di database kami serta DPM-PTSP Kota Banda Aceh tidak menerbitkan izin operasionalnya,” pungkas Triansyah.(mir) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id